Tingkatkan Pengetahuan Kader Perempuan, Kopri PMII IAIN Palopo Gelar PKP

Pendidikan1.2K,000

PALOPO, TEKAPE.co – Korps PMII Putri (Kopri) Komisariat IAIN Palopo, menggelar kegiatan Pelatihan Kader Perempuan (PKP), di Sekretariat PMII IAIN Palopo, Sabtu 27 Februari 2021.

Ketua Keperempuanan PMII Komisariat IAIN Palopo, Rahmida Reski Majid menjelaskan, kegiatan ini merupakan inisiatif dari pengurus Komisariat IAIN Palopo dengan merespon kondisi kader perempuan saat ini.

Melalui kegiatan ini, Rahmida berharap, semoga dapat menjadi jalan untuk kader-kader perempuan, menjadi penggerak kader perempuan, yang dapat merangkul kader yang lainnya.

“Semoga dari kegiatan ini, bisa menjadi ajang silaturrahim seluruh kader-kader perempuan, sehingga hubungan emosional antar sesama bisa terjalin,” harapnya.

Selain itu, kegiatan ini merupakan kegiatan Pra Sekolah Islam Gender (SIG), yang rencana akan diadakan oleh Kopri cabang Palopo,

“Agar nantinya sahabatwati yang masuk dalam forum kaderisasi formal, seperti Sekolah Islam Gender (SIG), mereka telah memiliki fondasi atau bekal untuk masuk dalam forum-forum tersebut,” jelas Rahmida.

Senada dengan hal itu, Ketua 2 eksternal Kopri PMII cabang Palopo, Iis Nila Sari dalam sambutannya berharap, kegiatan ini mampu menunjang Kopri mengatasi setiap hambatan dan tantangan yang ada.

Bahkan dalam setiap pilihan yang dibuat, perempuan bisa menjadi sosok yang istimewa.

“Perempuan memiliki hak menyuarakan keberaniannya memperjuangkan sesuatu yang lebih baik untuk dirinya dan juga bermanfaat bagi orang lain. Dalam pelatihan kader perempuan ini, kami berharap mampu memberikan pendidikan bagi Kopri dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang perempuan, selagi masih ada waktu untuk mencari ilmu, manfaatkan waktu itu sebaik mungkin,” harapnya.

Ketua Cabang PMII Palopo, Muhammad Rafly Setiawan mengapresiasi kegiatan yang digelar Kopri PMII IAIN Palopo.

Karena dalam pelaksanaannya, dapat meningkatkan kapabilitas dan penguatan konsepsi relasi gender dengan karakter pengetahuan organisasi sehingga terjadi transformasi nilai kedepan.

“Harapan saya untuk kegiatan ini ialah membentuk pribadi perempuan yang berdaya dan kemampuan adaptif di tengah benturan peradaban dan kader perempuan terus merawat dan menjalankan agenda kaderisasi sesuai dengan tujuan PMII,” tutupnya. (*)

Komentar