Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan ke Masyarakat, Dinkes Morut Berkantor di Puskesmas 

Dinas Kesehatan Morowali Utara (Morut) membuat inovasi dengan berkantor di Puskesmas. (ist)

MORUT, TEKAPE.co – Tingkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk mewujudkan Morowali Utara (Morut) yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera (SCS), Dinas Kesehatan membuat inovasi dengan berkantor di Puskesmas 

Inovasi tersebut telah menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali Utara di bawah kendali Delis-Djira sebagai Bupati dan Wabup.

“Mulai April 2024 ini, Dinas Kesehatan melaksanakan program inovasi yang kami sebut Dinas Kesehatan berkantor di Puskesmas,” kata Arif Paskal Pokonda, Sekretaris Dinas Kesehatan Morut kepada media ini di Kolonodale, Senin (22/4).

Setiap bulan, Dinkes akan melakukan Dinkes Berkarisma di salah satu Puskesmas selama dua hari.

Kegiatan berkarisma perdana sudah dimulai di Puskesmas Mayumba, Kecamatan Mori Utara, pekan lalu. Dan untuk bulan Mei nanti, Dinkes berkarisma akan digelar di Baturube, Kecamatan Bungku Utara.

“Kepala Dinas dan Sekretaris serta semua Kepala Bidang dan UPT, wajib berkantor di Puskesmas selama dua hari,” ujar mantan Kepala Puskesmas Tomata itu.

Dinkes berkarisma memiliki dua tujuan utama yakni pertama, meningkatkan kedisiplinan jajaran Puskesmas dalam berkantor dan melayani masyarakat.

Kedua, ingin mengetahui langsung apa kebutuhan, masalah dan kendala yang dihadapi di Puskesmas bersangkutan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan kedisiplinan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan  pelayanan di Puskesmas, baik SDM, sarana prasarana dan fasilitas serta peganggaran, diyakini pelayanan masyarakat akan lebih memuaskan,” ujarnya.

Pemkab Morut di bawah kepemimpinan Delis-Djira sejak 30 April 2021, memiliki visi mewujudkan Morut yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Banyak keberhasilan yang sudah dicapai dalam program Morut sehat, antara lain menyertakan seluruh warga Morut dalam program BPJS Kesehatan sehingga Menkes mengganjar Morut dengan penghargaan UHC (universal health coverage) terbaik di Sulteng yakni 106 persen.

Di bidang sarana prasarana, telah dibangun 25 pustu baru, mefungsikan beberapa puskesmas yang belum beroperasi selama ini, mefungsikan RS Pratama di Baturube, membangun gedung RSU Kolonodale, dan banyak prestasi lainnya yang semakin memuaskan masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

Di bidang SDM, banyak tenaga honorer kesehatan telah menjadi ASN PPPK.

Di bidang program, telah sukses dilaksanakan program ‘Sabit’ yakni satu lahir lima terbit, dimana setiap ibu melahirkan di faskes pemerintah, akan langsung mendapatkan KK baru, kartu anak, kartu BPJS Kesehatan, akte kelahiran anak dan surat jaminan kesehatan buat anak. (MCDD/RoMa/Boy/Ryo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini