Tim Unhas Lolos Verifikasi Abdidaya Ormawa 2026, Bawa Program Mitigasi Longsor di Gowa
MAKASSAR, TEKAPE.co – Dua tim dari Universitas Hasanuddin (Unhas) melaju ke tahapan verifikasi dan visitasi Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 setelah melewati penilaian program PPK ORMAWA.
Tahapan verifikasi calon peserta tersebut diikuti secara daring pada Jumat (25/9/2026) dari Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Kota Makassar.
Verifikasi menjadi bagian dari rangkaian evaluasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) 2026.
Sebelumnya, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan telah melakukan penilaian logbook serta Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP) pada 8-10 September 2026.
Dari hasil penilaian tersebut, Unhas berhasil mengantarkan dua tim untuk mengikuti tahap verifikasi dan visitasi.
Salah satunya adalah Tim LONTARA dari Student Planning Society Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (SPACE FT-UH).
Tim tersebut menjalankan program pemberdayaan masyarakat di Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa.
Program LONTARA diarahkan pada upaya mitigasi bencana longsor dengan melibatkan masyarakat melalui pendekatan community engagement, pemanfaatan teknologi, serta konservasi lingkungan.
Dalam proses verifikasi yang berlangsung melalui Zoom, Direktur Kemahasiswaan Unhas, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., hadir mewakili pimpinan perguruan tinggi.
Proses verifikasi tidak hanya melihat pelaksanaan program, tetapi juga menggali keberlanjutan kegiatan yang telah dilakukan tim di tengah masyarakat.
Tahapan tersebut diawali dengan pemutaran video kegiatan.
Selanjutnya, tim mengikuti sesi wawancara dan klarifikasi yang melibatkan pimpinan perguruan tinggi, mitra keberlanjutan, dosen pendamping, organisasi kemahasiswaan, serta tim pelaksana.
Ketua Tim LONTARA, Andi Khusnul Rijal Rivai, mengatakan program yang telah disusun sebelumnya dapat direalisasikan sesuai target.
Selain program utama, tim juga menghasilkan sejumlah luaran tambahan yang disebut menjadi bagian dari inovasi selama pelaksanaan kegiatan.
“Hasil intervensi kami menunjukkan angka 97 persen. Kami telah melaksanakan empat program unggulan, ditambah beberapa luaran tambahan yang dihasilkan oleh tim pelaksana,” ujar Khusnul.
Ia mengatakan Tim LONTARA akan terus mengembangkan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan tidak berhenti setelah program selesai, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga Desa Lonjoboko.
Khusnul juga berharap kiprah tim Unhas dapat kembali berlanjut hingga tingkat nasional melalui ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2026.
“Kami berharap Tim Universitas Hasanuddin dapat kembali lolos dan meraih penghargaan di tingkat nasional serta terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat luas,” harapnya. (*)





Tinggalkan Balasan