oleh

Tidak Pernah Terima DAK dan Rehab, SDN Bulukarto Juga Disebut tak Pernah Terima Bantuan Laptop

PRINGSEWU, TEKAPE.CO – Miris, Sekolah Dasar Negri (SDN) 01 Bulukarto, kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu yang berlokasi tidak jauh dari perkantoran Pemkab setempat, disamping diduga tidak pernah menerima bantuan dana alokasi khusus (DAK) hingga rehab, SDN tersebut ternyata belum juga pernah menerima bantuan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau laptop.

Sementara, proses pembelajaran tatap muka (PTM) kini lebih banyak dilakukan secara daring, menyesuaikan dengan perkembangan kasus Corona di daerah masing-masing.

Melansir sumber Cnnindonesia.com, Senin 26 Juli 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan bantuan laptop dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebesar Rp17,42 triliun akan diberikan kepada Sekolah Penggerak untuk tahap awal.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek Jumeri mengatakan paket TIK akan diberikan secara bertahap hingga 2024 di penjuru daerah.

“Secara bertahap. Tahap awal PSP (Program Sekolah Penggerak) dulu juga yang lain,” katanya seperti dilansir cnnindonesia.com.

Namun begitu, ia menegaskan pemberian paket TIK hanya diberikan kepada sekolah yang membutuhkan. Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek Samsuri.

“Penerima [paket] TIK fokusnya sekolah-sekolah yang belum punya atau belum cukup TIKnya,” tuturnya.

Sementara itu senjak 5tahun berjalan ini, SD Negeri 01 Bulukarto belum pernah menerima bantuan perangkat teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

“Sejauh ini sejak 5tahun sekolahan kami belum pernah menerima bantuan rehap DAK bahkan Laptop, “ungkap Darlina salah seorang guru SD Negeri tersebut.

Diberitakan Sebelumnya :

Miris, beginilah kondisi SD Negeri 01 Bulu Karto di Kecamatan Gadingrejo kabupaten Pringsewu. Dimana gedung sekolah tersebut nampak kumuh banyak ditumbuhi lumut disekitar dinding gedung kelas.

Tidak hanya itu, baik gedung kelas hingga ruang guru nampak terlihat banyak dijumpai keretakan pada dinding, termasuk kaca jendela yang pecah hingga plafon yang terkelupas dan ambrol.

Darlina salah seorang dewan guru menjelaskan, adapun kondisi SDN 01 Bulukarto sangat memperhatikan. Kerusakan tersebut sangat menggangu proses belajar mengajar.

Adapun kerusakan terjadi sejak 5 tahun berjalan.

Namun sejauh ini, diduga tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu.

Menurut Darlina, selama ini pihak sekolah sudah berupaya untuk mengajukan bantuan rehab kepada dinas pendidikan.

Namun, Dinas pendidikan hingga sekarang terkesan tidak menanggapi pengajuan bantuan rehab yang di usulkan.

” Disaat musim penghujan atap sekolah selalu bocor, dan halaman sekolah selalu kebanjiran, ini sangat kami keluhkan dan sangat menggangu proses belajar mengajar. Kami sudah berulang kali mengajukan rehab ke dinas pendidikan, termasuk mengusulkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK), namun nyatanya hingga sekarang belum juga terealisasikan meski persyaratan sudah tidak ada masalah, “ungkap Darlina, Kamis (10/03/22).

Darlina menambahkan, pihaknya berharap agar Dinas pendidikan sesegera mungkin memperhatikan fasilitas belajar mengajar SDN 01 Bulukarto.

“Melihat kondisi gedung sekolah, baik ruang kelas hingga ruang guru sudah mengalami keretakan yang cukup parah, kami takut atap runtuh dan dinding kelas ambruk. Untuk itu kami berharap perhatian serius dari dinas pendidikan, “pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak dinas pendidikan kabupaten Pringsewu belum berhasil dikonfirmasi. (Tim KWRI).

Komentar