Telkomsel Perkuat Komitmen Keberlanjutan, 361 BTS Sudah Gunakan Energi Terbarukan
MAKASSAR, TEKAPE.co – Telkomsel menegaskan komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan melalui berbagai program yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, perlindungan data, serta pelestarian lingkungan.
Komisaris Utama Telkomsel yang juga Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F.M. Hendropriyono mengatakan, tantangan perubahan iklim saat ini membutuhkan keterlibatan lebih besar dari dunia usaha dalam mendorong praktik yang ramah lingkungan.
“Saya mengapresiasi Telkomsel yang, meskipun tidak berada di sektor ekstraktif, tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan. Perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya dan memiliki nilai lebih di mata masyarakat, terutama bagi generasi masa depan,” ujar Diaz.
BACA JUGA: Harga Pertamax di Sulsel Melonjak Rp 4.050 per Liter, Kini Tembus Rp 16.650
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menilai pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan bisnis tidak akan berarti apabila lingkungan mengalami kerusakan dan kualitas hidup masyarakat menurun.
“Kami telah dan akan terus berinovasi dan berkembang agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya,” katanya.
BACA JUGA: Bangga Produk Lokal, Bupati Luwu Timur Luncurkan ‘Dange Juara’ untuk Tembus Pasar Modern
Komitmen tersebut dijalankan melalui tiga pilar keberlanjutan perusahaan, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.
Melalui program Jaga Cita, Telkomsel berupaya memperluas akses masyarakat terhadap ekonomi digital sekaligus mendorong pengembangan talenta Indonesia.
Sepanjang 2025, perusahaan melayani 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C yang didukung lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia, termasuk di lebih dari 360 desa blank spot.
Selain itu, Telkomsel membina sekitar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, komunitas, dan talenta muda melalui berbagai program sosial berbasis digital.
Penguatan kompetensi karyawan juga terus dilakukan, termasuk pada bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan data science.
Pada pilar Jaga Data, Telkomsel memperkuat perlindungan data pelanggan melalui penerapan sistem manajemen keamanan informasi yang mengacu pada standar ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010.
Sementara melalui Jaga Bumi, perusahaan menjalankan berbagai langkah pengurangan emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi ramah lingkungan.
Hingga 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah memanfaatkan energi terbarukan melalui panel surya dan mikrohidro.
Telkomsel juga mengelola seluruh limbah elektronik melalui skema recycle, reuse, dan refurbish. Selain itu, seluruh kemasan kartu SIM telah menggunakan material kertas ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari upaya pengimbangan karbon, perusahaan turut melakukan penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025.
Berbagai langkah juga dilakukan untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur layanan, mulai dari BTS, Telkomsel Telecommunication Center (TTC), hingga gedung operasional agar tetap mampu menghadapi dampak perubahan iklim.






Tinggalkan Balasan