Telah Dikarantina di Makassar, 2 Santri Asal Lutra dan Luwu Positif Covid-19
MASAMBA, TEKAPE.co – Santri asal Luwu Utara, yang mondok di salah satu Pesantren di Temboro Jawa Tengah, kini terkonfirmasi positif terinfeski covid-19, berdasarkan hasil swab yang diambil beberapa hari lalu.
Santri postifi corona itu termasuk orang tanpa gejala (OTG) asal Luwu Utara. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan dari BBLK Makassar melalui uji PCR, santri itu terkonfirmasi positif covid-19.
Namun demikin, santri itu sudah 8 hari dikarantina di Makassar, sejak kedatangan dari Jawa. Hal itu memang sudah menjadi protokol di Provinsi Sulsel, semua warga yang datang dari zona merah, akan dikarantina di Makassar, jadi santri itu tidak langsung ke daerah tujuan.
Santri yang positif corona itu diketahui bukan santri yang sempat viral, karena dikabarkan positif corona hasul rapid test, yang kemudian rapid test ulang dinyatakan negatif.
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara, Komang Krisna, Jumat 24 April 2020, menyampaikan, hasil uji lab, santri dari cluster Timboro, warga Luwu Utara, yang terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan uji PCR BBLK Makassar, sehingga Luwu Utara sudah ada satu kasus positif import case.
Saat ini, kata dia, OTG tersebut tengah menjalani karantina selama 14 hari di Makassar sebagaimana di kutip dari Portal Pemkab Luwu Utara.
“Kepastian informasi ini kami dapatkan dari Tim Gerak Cepat Surveilans Provinsi Sulsel melalui telpon pagi tadi,” terangnya, dalam rilis humas Pemkab Lutra.
Komang pun membeberkan beberapa langkah guna mencegah penularan dari OTG tersebut, yaitu melakukan penelusuran kontak (kontak tracking) dengan siapa OTG ini melakukan kontak selama dalam perjalanan.
Langkah lainnya, jelas dia, pihaknya memberikan edukasi terhadap keluarganya, serta memantau seluruh santri yang ada di luar Kabupaten Luwu Utara yang melakukan perjalanan pulang.
“Sekali lagi kami sangat berharap, tolong jangan anggap remeh covid-19 ini, karena kita tidak tahu apakah di sekitar kita ini steril dari covid-19 atau tidak,” imbuhnya.
Apalagi, kata dia, penularan covid-19 bisa lewat batuk atau bersin. Belum lagi mobilitas penduduk dari daerah terinfeksi juga cukup tinggi, sehingga yang perlu diwaspadai menurut dia adalah orang tanpa gejala.
“Tetap sehat, jangan menulari orang lain, dan jangan tertular, dengan cara selalu pakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, dan tetap tinggal di rumah. Jadikan rumahku adalah surgaku,” ujarnya.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, satu dari 2 orang santri cluster Timboro di Kabupaten Luwu, juga terkonfirmasi positif.
Warga Desa Tiromanda kecamatan Bua itu dinyatakan positif terpapar virus Covid19, berdasarkan hasil lab.
Namun warga berinisial N itu, tengah menjalani isolasi di RSUD Batara Guru Belopa, sejak pekan lalu.
Sementara satu dari dua santri yang hasil rapid tes dinyatakan positif, hasil labnya negatif. Sehingga swab akan diambil ulang. (hms/ham)
Tinggalkan Balasan