Tak Mampu Bayar Biaya Operasi Senilai Rp70 Juta, Mahasiswi Asal Luwu Butuh Uluran Tangan
MAKASSAR, TEKAPE.co – Mahasiswi asal Kabupaten Luwu, Novitri Suci Rahayu, harus menanggung beban biaya rumah sakit sebesar Rp 70 juta.
Mahasiswi semester IV Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin b Makassar terpaksa menjalani operasi batok kepala setelah mengalami kecelakaan lalulintas tunggal 1 Mei 2019, lalu, sekira pukul 06.30 WITA, di Jl Tun Abdul Razak, tepat di depan Masjid Cheng Hoo, Kabupaten Gowa.
Mahasiswi yang sejak kecil tinggal di Jl Hati Damai, Kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu ini, sedang terbaring sakit di Rumah Sakit Grestelina Makassar.
Novitri Suci Rahayu, yang kini tinggal bersama orangtuanya di Pulau Barranglompo Makassar, mengalami pendarahan yang hebat pada otak yang menelan biaya yang cukup besar.
Biaya Operasi tindakan dan Pemeriksaan CT Scan menelan biaya hingga Rp70 juta. Sementara orang tua korban, yang menjual bakso, tak mampu membayar seluruh biaya operasi anaknya.
Selain itu, biaya obat, kamar dan perawatan di ruang ICU Rp1,5 juta per hari, di luar biaya darah, cek up dan sebagainnya.
Novitri dioperasi tanpa Jaminan Kesehatan/ KIS/ BPJS dan berasal dari keluarga kurang mampu di Pulau Barranglompo Makassar, sehingga untuk menyelamatkan nyawa bersangkutan diadakan tindakan operasi mendesak dengan dana pinjaman, jaminan dana akan diganti setelah ada donatur yang menyumbang.
Informasi itu disampaikan Wasekjend PP IPMIL Luwu, Muh Rivaldi A Tadda, Minggu 5 Mei 2019.
Ia mengatakan, segala upaya yang dilakukan oleh sahabat dan teman kampus Novitri, baik penggalangan Dana Bazar, di jalanan lampu merah, hingga dana les-lesan dari sesama mahasiswa, dosen dan civitas Akademika FTK maupun Birokrasi UIN Alauddin Makassar, belum mampu membayar biaya operasi pendarahan di otak yang sudah dijalani.
“Utang Rumah Sakit saat ini selama operasi hingga perawatan sekarang membutuhkan biaya di kisaran hingga Rp70.000.000. Bagi Relawan dan Donatur mau menjenguk saudari Novitri bisa langsung ke RS Grestelina Makassar Kamar 113,” ujarnya.
Rivaldi juga menyampaikan rasa prihatin melihat keadaan yang menimpa korban.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa maupun masyarakat, agar kiranya dapat membantu biaya pengobatan saudari kita. Kami juga mengharapkan pemerintah Susel, pemerintaha Kota Makassar dan pemerintah Kabupaten Luwu untuk turut serta memperhatikan musibah yang menimpah warganya,” harapnya. (*)



Tinggalkan Balasan