Suami Hilang Saat Liput Gunung Anak Krakatau, Desi Tetap Yakin Bagus Khoirunnas Selamat
JAKARTA, TEKAPE.co – Desi Purnamasari, istri jurnalis ANTARA M Bagus Khoirunnas, menjalani pengambilan sampel air liur oleh kepolisian sebagai bagian dari persiapan proses identifikasi delapan orang yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Pengambilan sampel tersebut dilakukan di Posko Antemortem pada Rabu (9/9/2026).
Meski mengikuti prosedur yang dilakukan petugas, Desi mengaku masih menyimpan harapan besar bahwa suaminya dalam kondisi selamat.
BACA JUGA: Detik-detik 5 Jurnalis Foto Hilang Kontak di Selat Sunda, Sempat Kirim Lokasi Terakhir
“Tadi sudah diambil sampel air liur sama petugas, buat jaga-jaga. Tapi saya masih yakin suami pasti selamat,” kata Desi di Posko SAR Terpadu, Rabu (9/9/2026).
Selain Desi, keluarga Bagus juga diminta memberikan sampel biologis untuk kepentingan identifikasi apabila nantinya diperlukan.
Menurut Desi, kedua orangtua Bagus telah memberikan sampel darah di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten.
BACA JUGA: Gas SO2 Gunung Anak Krakatau Disebut Menyebar hingga Jateng, BMKG dan PVMBG Beri Penjelasan
“Tadi juga mertua sudah diambil sampel darahnya di Rumah Sakit Bhayangkara,” ujarnya.
Tak hanya sampel biologis, petugas juga menggali informasi lebih detail mengenai identitas Bagus.
Keterangan yang diminta antara lain pakaian yang dikenakan Bagus ketika terakhir meninggalkan rumah serta ciri-ciri khusus yang terdapat pada tubuhnya, termasuk tahi lalat.
Polda Banten Siapkan Posko Antemortem
Pengumpulan data keluarga dilakukan setelah delapan orang dilaporkan hilang kontak ketika menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Polda Banten telah menyiapkan posko antemortem di Posko SAR Gabungan dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten.
Posko tersebut menjadi tempat pengumpulan berbagai informasi dari keluarga yang nantinya dapat digunakan dalam proses identifikasi.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan kepolisian dalam mendukung pencarian sekaligus proses identifikasi apabila diperlukan.
“Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan,” kata Hengki kepada wartawan di Carita, Pandeglang.
Pengambilan sampel dari keluarga dilakukan terhadap kerabat delapan orang yang hingga kini dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Meski proses pengumpulan data antemortem telah dilakukan, keluarga korban masih berharap seluruh orang yang hilang tersebut dapat ditemukan dalam kondisi selamat. (*)





Tinggalkan Balasan