Tekape.co

Jendela Informasi Kita

SMPN 1 Balung Jadi Lokasi Peresmian Program Revitalisasi Sekolah di Jember

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bersama Bupati Jember Gus Fawait meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di SMP Negeri 1 Balung, Jember, Sabtu (21/2/2026). (ist)

JEMBER, TEKAPE.co – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Peresmian program tersebut dipusatkan di SMP Negeri 1 Balung, Sabtu (21/2/2026).

Peresmian dilakukan oleh Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, bersama Bupati Jember Gus Fawait.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), direktur rumah sakit daerah, pengawas sekolah, serta kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Jember.

Kepala SMP Negeri 1 Balung, M. Rohiem, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur pendidikan di daerah.

Ia menjelaskan, program revitalisasi di Jember pada tahun ini mencakup 124 satuan pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan.

Dari total tersebut, SMP Negeri 1 Balung memperoleh alokasi anggaran terbesar, yakni sekitar Rp4,2 miliar.

Program revitalisasi ini merupakan bagian dari agenda prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menempatkan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan sebagai salah satu fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 pemerintah telah menyelesaikan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan capaian 100 persen. Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan dukungan anggaran yang lebih besar.

“Saat ini sudah terdapat sekitar 11.470 satuan pendidikan dalam APBN. Pemerintah juga mengajukan tambahan anggaran untuk 60.000 sekolah lainnya. Jika disetujui, maka pada 2026 kita menargetkan lebih dari 71.000 satuan pendidikan direvitalisasi secara nasional,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat tersentuh program revitalisasi secara bertahap sebelum 2029.

Pada 2026, pelaksanaan program akan menggunakan skema swakelola sekolah.

Berdasarkan kajian kementerian, pola tersebut dinilai lebih efektif karena mempercepat proses perbaikan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Material pembangunan akan dibeli dari toko lokal, sedangkan tenaga kerja melibatkan warga setempat.

Dengan demikian, program revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi stimulus bagi perekonomian daerah.

Sementara itu, Gus Fawait menyoroti tantangan pendidikan di Jember.

Ia menyebutkan, Jember merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur dan masih menghadapi persoalan kemiskinan serta kemiskinan ekstrem yang cukup tinggi.

Pada awal masa kepemimpinannya, tercatat 1.532 gedung sekolah di Jember berada dalam kondisi rusak berat, belum termasuk kategori rusak ringan dan sedang.

Menurut dia, persoalan tersebut tidak mungkin ditangani hanya dengan mengandalkan anggaran daerah.

“Pendidikan merupakan jalan panjang untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, kami membenahi data Dapodik secara jujur. Jika rusak, dilaporkan rusak. Kejujuran data ini yang membuka jalan bantuan dari pusat,” ujar Gus Fawait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini