Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Sidoarjo Raih Penghargaan Lewat Kominten Tekan Stunting

Bupati Sidoarjo H. Subandi dan Ketua TP-PKK Sidoarjo JJ. Sriatun menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan pembangunan keluarga. (ist)

SIDOARJO, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Sriatun menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Shodiqin. Penyerahan berlangsung dalam Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Sidoarjo dalam membangun keluarga berkualitas serta mendukung percepatan penurunan stunting.

Berbagai program unggulan dijalankan Pemkab Sidoarjo sebagai bagian dari persiapan menuju Generasi Emas 2045. Program tersebut antara lain Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Lansia Berdaya (Sidaya), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Subandi mengatakan, pembangunan keluarga berkualitas tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan kedua orang tua dalam proses pengasuhan.

Karena itu, Pemkab Sidoarjo terus mendorong keterlibatan ayah melalui sejumlah gerakan yang bertujuan memperkuat peran orang tua dalam tumbuh kembang anak.

“Gerakan ini bertujuan menguatkan peran serta ayah dalam pengasuhan sekaligus mempererat ikatan emosional anak dalam mendampingi proses pendidikannya,” ujar Subandi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerbitan surat edaran Gerakan Ayah Mengambil Rapor dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (Gamas).

Selain memperkuat peran keluarga, Pemkab Sidoarjo juga melakukan berbagai langkah untuk menekan stunting melalui penguatan posyandu dan peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.

Upaya tersebut diperkuat dengan capaian Sidoarjo yang dinyatakan memenuhi status Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar berdasarkan hasil verifikasi tim Provinsi Jawa Timur.

“Pelaksanaan STBM tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana sanitasi, tetapi lebih menitikberatkan pada perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan Program Tamasya, Pemkab Sidoarjo menjalin kemitraan dengan sekitar 32 pengelola daycare atau tempat penitipan anak. Kemitraan tersebut ditujukan untuk memastikan pengasuhan berjalan dengan standar yang baik sekaligus memberikan rasa aman bagi anak.

Selain program pemerintah, Subandi juga menekankan pentingnya peran kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai penggerak pembangunan di tingkat masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri puncak Jambore Kader PKK Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Subandi, kader PKK memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“PKK bukan hanya organisasi kemasyarakatan, melainkan juga mitra pemerintah yang hadir langsung di tengah masyarakat,” kata Subandi.

Ia menyebut sejumlah agenda pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan kader PKK, mulai dari pengasuhan anak di era digital, pencegahan stunting, penguatan ketahanan pangan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Karena itu, peningkatan kapasitas kader perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memberikan edukasi serta membantu masyarakat menghadapi persoalan keluarga.

“Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama jambore jangan berhenti di sini. Jadikan bekal untuk diterapkan di desa dan kelurahan masing-masing sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Subandi, Jambore Kader PKK bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta membangun kolaborasi antarkader dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

“Silaturahmi yang terbangun hari ini adalah modal besar untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat semangat gotong royong dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi mengatakan Jambore Kader PKK tidak hanya bertujuan mempererat kekompakan kader, tetapi juga menjadi sarana evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.

Kader dari berbagai desa dan kelurahan diberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman sekaligus menampilkan inovasi yang telah diterapkan di wilayah masing-masing.

“Harapannya, kualitas pelayanan kepada masyarakat juga terus meningkat,” jelas Sriatun.

Berbagai perlombaan dalam jambore disusun sesuai bidang kerja masing-masing kelompok kerja (Pokja) dan memiliki nilai edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pokja I menggelar lomba simulasi pola asuh anak di era digital untuk memperkuat kemampuan kader dalam mendampingi keluarga menghadapi perkembangan teknologi.

Pokja II menghadirkan bazar UMKM sebagai sarana mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga. Sementara Pokja III mengangkat tema Zero Food Waste melalui lomba keterampilan dan kreativitas pengolahan pangan untuk mendorong masyarakat lebih bijak memanfaatkan bahan makanan sekaligus mengurangi limbah.

Adapun Pokja IV menggelar lomba balita sehat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta memperkuat pencegahan stunting.

Kreativitas kader juga ditampilkan melalui lomba defile yang diikuti masing-masing kecamatan. Parade dengan beragam kostum dan kreasi tersebut menjadi salah satu bagian yang memeriahkan rangkaian Jambore Kader PKK 2026.

Sriatun mengapresiasi dukungan Pemkab Sidoarjo, panitia, serta seluruh kader yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap semangat dan pengetahuan yang diperoleh selama jambore dapat dibawa kembali oleh para kader ke desa dan kelurahan masing-masing untuk memperkuat program pemberdayaan keluarga.

“Semangat yang tumbuh melalui Jambore PKK ini harus terus dijaga. Kami berharap para kader pulang membawa inspirasi dan semangat baru untuk menggerakkan program PKK di wilayah masing-masing. Jadi, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga dan masyarakat Kabupaten Sidoarjo,” pungkas Sriatun. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini