Setelah Disorot Warga, Dapur SPPG Bulukumpa Lakukan Penambahan IPAL
BULUKUMBA, TEKAPE.co – Pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Polsek Bulukumpa mulai membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) setelah warga mempersoalkan pembuangan limbah sisa produksi makanan yang dinilai mencemari lingkungan.
Pembangunan IPAL tersebut dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait bau tidak sedap serta aliran limbah cair dapur yang sebelumnya dibuang langsung ke saluran drainase.
Aktivitas memasak dalam skala besar di dapur SPPG disebut menjadi sumber persoalan sanitasi di sekitar permukiman warga.
BACA JUGA: Jalan Desa Rusak 20 Tahun, Pemerataan Pembangunan Bulukumba Dipertanyakan
Pihak pengelola menyebut pembangunan IPAL sebagai langkah korektif atas kritik yang disampaikan warga.
Kepolisian, sebagai pengelola lokasi, mengklaim merespons cepat masukan tersebut untuk memastikan operasional dapur tidak melanggar standar kesehatan lingkungan.
“Kami tidak ingin kegiatan pelayanan gizi justru menimbulkan dampak lingkungan. IPAL ini dibangun sebagai solusi agar air buangan yang keluar sudah melalui proses penyaringan dan aman,” kata Kepala SPPG, Andi Firdaus Farma, Rabu (11/2/2026).
BACA JUGA: Limbah Dapur MBG Polsek Bulukumpa Bikin Resah Warga, Drainase Pemukiman Tercemar
Sistem IPAL yang dibangun dilengkapi dengan penyaring lemak (grease trap), endapan sisa makanan, serta pengolahan limbah cair sebelum dialirkan ke pembuangan akhir.
Dengan fasilitas ini, pengelola mengklaim dapur SPPG Polres Bulukumba telah memenuhi ketentuan sanitasi dan higienitas.
Meski demikian, pembangunan IPAL tersebut baru mencapai sekitar 70 persen.
Pengelola menyatakan akan melanjutkan pengerjaan hingga tuntas serta melakukan pengawasan rutin agar sistem pengolahan limbah berfungsi sebagaimana mestinya.
Langkah ini mendapat tanggapan positif dari sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Warga berharap pembangunan IPAL tidak berhenti di satu dapur saja, tetapi diterapkan di seluruh dapur SPPG di Kecamatan Bulukumpa untuk mencegah pencemaran drainase dan gangguan lingkungan di kemudian hari.
(Sakril)



Tinggalkan Balasan