Senyawa Kopi Arabika Dinilai Mampu Menekan Lonjakan Gula Darah
JAKARTA, TEKAPE.co – Senyawa alami dalam kopi disebut berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah.
Temuan ini dinilai membuka peluang baru dalam pengelolaan diabetes tipe 2, terutama bagi pasien yang selama ini bergantung pada suntikan insulin dan obat-obatan untuk menjaga kestabilan glukosa.
Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan membandingkan kandungan senyawa dalam kopi Arabika panggang dengan acarbose, salah satu obat diabetes yang umum diresepkan.
Acarbose bekerja dengan cara memperlambat pemecahan karbohidrat di saluran pencernaan sehingga lonjakan gula darah setelah makan dapat ditekan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi mampu menghambat enzim pencernaan yang sama dengan target kerja acarbose.
Dengan mekanisme tersebut, konsumsi kopi berpotensi membantu menekan peningkatan kadar gula darah pascamakan.
Diabetes tipe 2 merupakan kondisi ketika tubuh tidak memproduksi insulin secara optimal atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif.
Akibatnya, kadar glukosa menumpuk dalam darah dan, jika tidak dikontrol, dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan saraf, hingga masalah penglihatan.
Meski sebagian penderita dapat mengalami perbaikan kondisi melalui penurunan berat badan dan perubahan gaya hidup, banyak pasien tetap memerlukan perawatan jangka panjang.
Pengobatan yang umum digunakan antara lain insulin, obat berbasis GLP-1, serta acarbose.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Beverage Plant Research mengungkap bahwa kopi mengandung tiga senyawa aktif yang mampu menghambat alfa-glukosidase, enzim kunci dalam proses pemecahan karbohidrat.
Penghambatan enzim ini dapat memperlambat pelepasan glukosa ke aliran darah setelah makan, dengan cara kerja yang dinilai serupa dengan acarbose.
Melalui proses ekstraksi bertahap, para peneliti berhasil mengisolasi tiga senyawa yang sebelumnya belum teridentifikasi, yakni caffaldehydes A, B dan C.
Ketiganya menunjukkan kemampuan yang signifikan dalam menekan aktivitas alfa-glukosidase.
Para ilmuwan menilai temuan ini berpotensi mendorong pengembangan konsep “makanan fungsional”, yakni pangan yang tidak hanya dikonsumsi untuk energi, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan tambahan, termasuk membantu mengontrol kadar gula darah secara alami.
Sejumlah studi berskala besar sebelumnya juga menunjukkan kaitan antara konsumsi kopi secara rutin dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.
Data menunjukkan bahwa setiap tambahan satu cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko tersebut, dengan manfaat paling besar terlihat pada konsumsi sekitar tiga hingga lima cangkir kopi per hari.
Saat ini, lebih dari 400 juta orang di dunia hidup dengan diabetes tipe 2.
Kondisi ini menjadikan pengendalian gula darah sebagai tantangan kesehatan global yang terus mendorong pencarian solusi baru, termasuk dari bahan pangan sehari-hari seperti kopi.(*)



Tinggalkan Balasan