Senator Waris Halid Cek Kesiapan Bulog Bone Pasca Lebaran, Soroti Distribusi Jagung Pakan
BONE, TEKAPE.co — Anggota DPD RI dapil Sulawesi Selatan, Andi Abdul Waris Halid SS MM, melakukan kunjungan kerja ke dua gudang Bulog di Kabupaten Bone, Minggu (22/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan stok pangan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sekaligus mengecek langsung kondisi distribusi logistik di wilayah tersebut.
Dalam agenda tersebut, rombongan Senator Waris Halid diterima langsung oleh Kepala Gudang Bulog Bone, Amir, bersama jajaran Bulog lainnya, di antaranya Irwan, Ismail, Andi Aso, serta Andi Ishak.
Adapun dua titik yang dikunjungi yakni Gudang Bulog Tanete dan Gudang Bulog Apala.
Di sela-sela kunjungan, Waris Halid menegaskan pentingnya menjaga stabilitas stok dan distribusi bahan pangan, khususnya setelah momentum Lebaran yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat.
“Dari hasil peninjauan, stok dalam kondisi aman dan terkendali. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja jajaran Bulog Bone yang dinilai mampu menjaga ketersediaan logistik secara optimal.
Berdasarkan hasil kunjungan, Waris Halid mengungkapkan bahwa kebutuhan beras di Kabupaten Bone mencapai sekitar 700 ton per bulan atau sekitar 8.400 ton per tahun, dan hingga saat ini dinyatakan dalam kondisi aman.
Ia juga menambahkan, terdapat sekitar lima gudang Bulog yang beroperasi di wilayah Bone, yang berperan penting dalam menjaga distribusi dan cadangan pangan.
Lebih lanjut, Waris Halid menjelaskan bahwa gudang Bulog di Bone tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi salah satu titik distribusi strategis untuk wilayah luar Sulawesi.
“Gudang ini juga menyuplai kebutuhan ke Kalimantan dan Papua, sesuai perintah dari pusat,” ungkapnya.
Namun demikian, dalam kunjungan tersebut juga ditemukan kendala pada pengelolaan stok jagung, khususnya jagung untuk pakan ternak.
Hingga saat ini, sebagian stok masih tersimpan di gudang dan belum tersalurkan secara optimal.
Menurutnya, idealnya harus terjadi perputaran stok secara berkala agar kualitas komoditas tetap terjaga dan tidak terlalu lama tersimpan di gudang.
“Kita harapkan segera ada penugasan distribusi, khususnya untuk jagung pakan, agar stok di gudang bisa terus bergerak dan tidak menumpuk,” jelasnya.
Waris Halid pun secara khusus mendorong agar ada penugasan dari Bulog Pusat terkait program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk komoditas jagung.
“Perlu ada penugasan khusus dari Bulog Pusat untuk SPHP jagung, agar stok di gudang, khususnya di Kabupaten Bone, tidak menumpuk dan bisa segera tersalurkan ke daerah yang membutuhkan,” tegasnya.
Dengan kondisi stok beras yang aman serta sistem distribusi yang terus dibenahi, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi pasca Lebaran, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran. (up)





Tinggalkan Balasan