Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Seleksi Pimpinan BAZNAS Luwu 2026–2031, Pemkab Dorong Transparansi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat

Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muh. Rudi, saat Menyampaikan Sambutannya Dalam Proses Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Luwu periode 2026–2031. Seleksi tersebut berlangsung di Lounge Kantor Bupati Luwu, Rabu, 23 September 2026. (foto: diskominfo luwu)

LUWU, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Luwu mendorong penguatan tata kelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Luwu melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang transparan, akuntabel, serta berbasis digital.

Upaya tersebut menjadi salah satu perhatian dalam proses seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Luwu periode 2026–2031.

Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muh. Rudi, mengatakan proses seleksi tidak hanya bertujuan menentukan calon pimpinan BAZNAS, tetapi juga menggali pemahaman, visi, dan rekam jejak para calon. Seleksi tersebut berlangsung di Lounge Kantor Bupati Luwu, Rabu, 23 September 2026.

“Bapak Bupati berharap betul-betul BAZNAS ke depan adalah BAZNAS yang mampu mengelola seluruh zakat, infak, dan sedekah. Ini potensi kita untuk bisa kita salurkan dalam rangka mendukung program pengentasan kemiskinan dan sebagainya,” kata Muh. Rudi.

Menurut dia, penguatan tata kelola diperlukan untuk meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS. Pemerintah Kabupaten Luwu akan mendorong sistem pengelolaan dan penyaluran zakat yang terdokumentasi serta dapat dipantau secara lebih terbuka.

Muh. Rudi mengatakan digitalisasi akan menjadi bagian penting dalam pengelolaan BAZNAS ke depan. Melalui sistem tersebut, data penerima manfaat dapat diperbarui secara berkala dan setiap kegiatan pengelolaan maupun penyaluran dapat terdokumentasi.

“Semua akan kita digitalkan. Setiap hari penerima itu ter-update. Apa yang sudah dilakukan, semuanya ada,” ujarnya.

Selain digitalisasi, Pemkab Luwu akan mendorong publikasi kegiatan BAZNAS melalui berbagai kanal media digital yang telah disiapkan. Langkah itu ditujukan untuk memperkuat keterbukaan informasi mengenai pengelolaan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat.

Muh. Rudi juga berharap pendampingan terhadap BAZNAS tidak berhenti setelah pimpinan periode 2026–2031 ditetapkan.

Tim seleksi diharapkan tetap memberikan masukan dan pendampingan sehingga BAZNAS Luwu dapat mengembangkan tata kelolanya, termasuk dengan belajar dari daerah lain yang dinilai telah berhasil mengelola zakat.

Dalam proses seleksi tersebut, Muh. Rudi mengapresiasi kehadiran tim seleksi, termasuk Prof. H. Suparman yang selama ini memberikan pendampingan dan masukan dalam proses seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Luwu.

Pemerintah Kabupaten Luwu berharap pembenahan tata kelola dan peningkatan keterbukaan informasi dapat memperkuat kepercayaan masyarakat. Kepercayaan tersebut diharapkan mendorong kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.

“Harapan saya hasilnya ini bisa betul-betul meningkatkan kembali kepercayaan dan menumbuhkan kembali rasa serta keinginan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran membayar sedekah, infak, dan zakat,” pungkas Muh. Rudi.

Kegiatan seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Luwu tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan Kabupaten Luwu Ahyar Kasim, Kabag Kesra Syahruddin Gaffar, Kepala Kemenag Luwu H. Sukardi Yusuf, serta sejumlah undangan. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini