Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Seleksi JPT Pratama Morowali Dimulai, Sekda Yusman: Jangan Ada Intervensi

Sekda Morowali Yusman Mahbub membuka Seleksi Terbuka JPT Pratama Lingkup Pemkab Morowali Tahun 2026 di Aula Lantai II Kantor Bupati Morowali, Senin (5/10/2026). (ist)

MOROWALI, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Morowali resmi membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkab Morowali Tahun 2026.

Pembukaan seleksi berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Morowali, Senin (5/10/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub, membuka secara resmi tahapan seleksi tersebut mewakili Bupati Morowali.

BACA JUGA: Tak Datang dengan Tangan Kosong, Kapolres Palopo Bawa Tumpeng ke Kodim di HUT ke-81 TNI

Kegiatan itu dihadiri Asisten III, Tim Panitia Seleksi Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja JPT Pratama, Kepala BKPSDMD Kabupaten Morowali, para peserta seleksi, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Yusman menegaskan bahwa seleksi terbuka JPT Pratama bukan sekadar proses administratif untuk mengisi posisi jabatan yang kosong.

Seleksi tersebut merupakan bagian dari penerapan sistem merit sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

BACA JUGA: Dibuka Hingga 10 Oktober, UMKM Lokal Luwu Timur Bersiap Unjuk Produk di Expo K-UMKM Sulsel

Sistem merit, kata Yusman, memastikan setiap jabatan diisi berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja tanpa dipengaruhi latar belakang maupun kepentingan tertentu.

“Seleksi ini bukan sekadar kegiatan administratif untuk mengisi jabatan yang kosong. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan pemimpin birokrasi yang visioner, berintegritas, dan bekerja nyata untuk kepentingan masyarakat Morowali,” ujarnya.

Birokrasi Dituntut Adaptif

Yusman menyebut Morowali saat ini menghadapi perkembangan yang cukup dinamis, terutama pada sektor industri, investasi, dan pertumbuhan penduduk.

Perkembangan tersebut dinilai membawa peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah.

Karena itu, dibutuhkan birokrasi yang mampu beradaptasi, bekerja secara profesional, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

“Birokrasi yang baik hanya bisa lahir dari pimpinan yang baik,” tegasnya.

Ia mengatakan pejabat pimpinan tinggi pratama nantinya mempunyai posisi strategis dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah daerah menjadi program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pejabat yang terpilih juga diharapkan tidak hanya menguasai kemampuan teknis.

Mereka dituntut mampu menghadirkan inovasi, membangun kolaborasi, sekaligus menjadi teladan bagi aparatur sipil negara di lingkungan kerjanya.

Panitia Diminta Bebas Intervensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini