Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Sejak 2021, SOL Konsisten Kembangkan Pertanian Bawang Merah di Tapanuli Utara

Penyerahan bantuan bibit bawang merah varietas Batu Ijo dan sarana pendukung pertanian kepada kelompok tani di Desa Pardamean Nainggolan, Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara, Jumat (25/9/2026), (Dok: Abednego Manalu)

TAPUT, TEKAPE.co – Sarulla Operations Ltd (SOL) melanjutkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan pertanian bawang merah di sekitar wilayah operasional perusahaan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Humas SOL, Industan Sitompul, pada Rabu (30/9/2026). Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sarana produksi, tetapi juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani agar mampu mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.

Program pengembangan bawang merah telah dijalankan SOL sejak 2021 dengan membina 22 kelompok tani selama dua musim tanam. Pendampingan mencakup aspek teknis budidaya, pelatihan, konsultasi, motivasi, serta pemantauan perkembangan tanaman.

BACA JUGA: PLTS 256 kWp Resmi Beroperasi di Morut, Tambang PT COR Mulai Gunakan Energi Surya

Pada September 2026, SOL kembali menyalurkan 5,3 ton bibit bawang merah varietas Batu Ijo kepada 63 petani yang tergabung dalam kelompok tani di empat desa di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu.

Rinciannya, sebanyak 1,95 ton bibit diberikan kepada 25 petani dari tujuh kelompok tani di Desa Siopat Bahal, Kecamatan Pahae Jae. Kemudian 1,95 ton disalurkan kepada 23 petani dari dua kelompok tani di Desa Lontung Dolok dan Kelurahan Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu.

Sementara 1,4 ton bibit lainnya diberikan kepada 15 petani dari satu kelompok tani di Desa Pardamean Nainggolan, Kecamatan Pahae Jae.

BACA JUGA: Rumput Laut Luwu Berkualitas Tinggi, Bupati Patahudding: Harga Turun karena Pengelolaan Kurang Maksimal

Industan mengatakan bantuan tidak hanya berupa bibit. SOL juga memberikan sejumlah sarana produksi pertanian, antara lain pupuk vegetatif dan generatif, kompos, mulsa, hidrogen peroksida (H₂O₂), serta pestisida. Kebutuhan sarana produksi tersebut disesuaikan dengan kondisi dan hasil pemantauan di lapangan.

Untuk mendukung pelaksanaan program, SOL berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pahae Jae dan BPP Pahae Julu. Perusahaan juga melibatkan praktisi pertanian lokal, Jekson Ompusunggu, sebagai pendamping teknis petani.

Pendampingan dilakukan mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga tahap pascapanen.

“Pendampingan ini dilakukan agar petani tidak hanya menerima sarana produksi, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Industan.

Penyaluran bantuan tersebut turut disaksikan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Tapanuli Utara, Sekretaris Dinas Pertanian Tapanuli Utara, jajaran BPP Pahae Jae dan BPP Pahae Julu, pemerintah kecamatan, serta kepala desa dan lurah terkait.

Menurut Industan, pengembangan bawang merah tersebut merupakan bagian dari upaya SOL mendorong penguatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kontribusi kepada masyarakat bukan hanya tentang apa yang diberikan hari ini, tetapi juga bagaimana kemampuan dan peluang masyarakat dapat terus berkembang di masa depan,” katanya.

(Abednego Manalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini