Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Sakral dan Penuh Makna, Andi Syarifah Resmi Dikukuhkan sebagai Makole Baebunta ke-36

Datu Luwu ke-40, H Andi Maradang Mackulau SH Opu To Bau (kanan), bersama Hj Andi Syarifah Muhaeminah (kiri) usai dikukuhkan sebagai Makole Baebunta ke-36. (ist)

BAEBUNTA, TEKAPE.co – Prosesi adat pelantikan Makole Baebunta ke-36, Hj Andi Syarifah Muhaeminah SE MSi, berlangsung sakral dan penuh kekhidmatan.

Ribuan masyarakat adat memadati lokasi pelantikan di wilayah Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Minggu (18/1/2026), menyaksikan langsung pengukuhan pemangku adat dalam struktur Kedatuan Luwu.

Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni adat, tetapi menjadi peneguhan legitimasi kepemimpinan adat Baebunta yang berakar pada nilai leluhur, sekaligus simbol kesinambungan adat Luwu di tengah dinamika pembangunan modern.

BACA JUGA:
Kakak Bupati Luwu Utara Ditunjuk Jadi Makole Baebunta ke-36, Berdarah Luwu–Gowa

Datu Luwu: Adat dan Pemerintah Harus Seiring Sejalan

Dalam sambutannya, Datu Luwu ke-40, H Andi Maradang Mackulau SH Opu To Bau, menekankan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan keharmonisan antara pemangku adat dan pemerintah.

Ia berharap Makole Baebunta yang baru dapat melanjutkan tradisi kebersamaan sebagaimana yang telah dijalankan para Opu sebelumnya.

“Harapan saya, Makole Baebunta bergandengan tangan bersama saya, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Opu-Opu sebelumnya. Semua persoalan di Luwu, khususnya persoalan adat, harus diselesaikan dengan bijaksana dan penuh musyawarah,” ujar Datu Luwu.

Datu Luwu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh adat dari berbagai sareh yang hadir dan konsisten menjaga marwah adat Luwu.

“Hari ini kita bersimpuh, menunjukkan arti dari pengukuhan pemangku adat. Yang kita kukuhkan adalah amanah, dan amanah itu kini berada di pundak Andi Syarifah,” lanjutnya.

Pesan Tegas untuk Pemimpin dan Masyarakat Adat

Dalam pesannya, Datu Luwu menegaskan bahwa setiap pemangku adat, termasuk dirinya, hanyalah pelaksana amanah yang wajib menjunjung tinggi nilai keadilan dan kebijaksanaan.

“Selamat Opu, selamat menjalankan amanah ini. Kita semua hanya menjalankan amanah, termasuk saya sebagai Datu. Kepada seluruh tokoh adat dan pemimpin adat se-Tana Luwu, khususnya Baebunta, jangan pernah berselisih dengan pemerintah, karena adat dan pemerintah harus seiring dan sejalan.”

Dalam bahasa adat, Datu Luwu menyampaikan pesan mendalam kepada masyarakat Baebunta:

Wahai sininna wijanna to Luwu, khusus bija-bijanna to Baebunta, hargai pemimpinmu, hormati pemimpinmu, hormati Makole Baebunta ke-36. Lindungi beliau dari segala marabahaya, namun jangan pula membiarkan beliau melakukan perbuatan-perbuatan tercela.”

Menurutnya, pemimpin adat harus dijaga, diingatkan, dan diarahkan agar senantiasa berada di jalan kebenaran.

“Hormati Makole Baebunta, sayangi Makole Baebunta, sebagaimana Datu Luwu menyayangi Makole Baebunta sebelumnya,” tegasnya.

Datu Luwu juga menekankan bahwa Kemakolean Baebunta harus menjadi ruang kedamaian hati, tempat penyelesaian persoalan dengan menjunjung adat dan kebijaksanaan.

Ia menegaskan, semakin tinggi derajat kebangsawanan seseorang, maka semakin besar tuntutan untuk merendahkan hati dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Bukan rendah diri, tetapi rendah hati. Siapa pun yang merasa tinggi kebangsawanannya, maka makin merendahlah. Mari kita bergandengan tangan,” pungkasnya.

Bupati Luwu Utara: Adat Adalah Kekuatan Pembangunan

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, H Andi Abdullah Rahim, ST, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan Makole Baebunta ke-36 yang berlangsung penuh hikmat.

“Kami bersyukur atas terlaksananya pelantikan Makole Baebunta ke-36. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama Forkopimda sepakat memberi ruang tumbuhnya nilai-nilai budaya, karena kami memahami betul kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan adat,” ujarnya.

Menurut Bupati, nilai-nilai adat tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah.

“Kita tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun mentalitas dan cara berpikir. Nilai-nilai adat dan leluhur yang tumbuh dengan baik akan menjadi kekuatan besar bagi pembangunan Luwu Utara,” tambahnya.

Pelantikan Makole Baebunta ke-36 dihadiri sekitar 2.000 undangan, di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara, Ketua dan anggota DPRD, Forkopimda Luwu Utara, para kepala daerah dari wilayah Tana Luwu dan Toraja, Datu Luwu ke-40 beserta permaisuri, Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu, Balailo 5 Kamakolean Baebunta, serta tokoh adat dan masyarakat dari berbagai wilayah.

(Accy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini