oleh

Rawan Lakalantas, Polres Palopo Diimbau Tertibkan Kendaraan Pengguna Lampu LED-HID

PALOPO, TEKAPE.co — Terkait dengan adanya penggunaaan lampu LED atau HID yang banyak digunakan oleh pengendara roda empat maupun roda dua yang kerap meresahkan dan membuat penglihatan terganggu, mendapat kecaman oleh sejumlah masyarakat.

Penggunaaan lampu LED atau HID pada kendaraan ini dinilai dapat mencelakakan pengendara lainnya saat berpapasan dengan kendaraan yang menggunakan lampu tersebut.

Salah satunya, Nazrullah (28), warga Kabupaten Luwu saat melintas di Jalan Ahmad Rasak Kota Palopo, mengaku nyaris terjun kedalam got.

Hal ini dikarenakan pada saat melintas, Nazrullah berpapasan dengan salah satu pengendara sepeda motor yang menggunakan lampu jenis LED atau yang bukan lampu standar kendaraan.

Akibatnya hal ini membuat pengelihatan Nazrullah terganggu dan nyaris mengalami kecelakaan.

“Saya dari kampung di Bua, lewat jalan Ahmad Razak, pas berpapasan dengan pengendara lain dari depan menggunakan lampu yang menyilaukan mata sehingga penglihatan saya terganggu dan saya hampir terjun kedalam got” kata Nazrullah dengan nada sedikit geram saat ditemui Tekape.co, Rabu 6 September 2017.

Untuk itu, Nazrullah mendesak kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Kota Palopo agar menertipkan pengendara yang menggunakan Lampu LED atau HID maupun jenis lampu yang bukan satandar Nasioanal.

Sebab menurutnya, hal ini dapat membahayakan keselamatan pengendara yang lainnya saat berpapasan dengan kendaan yang menggunakan lampu LED atau HID ini.

“Kepolisian harus melakukan penertiban, sebab saat ini banyak pengendara yang menggunakan lampu yang bukan Standar dan bisa membahayakan lengendara lain,” jelas Nazrullah.

Untuk diketahui, dalam peraturan yang berlaku bagi pengendara, diatur pada pasal 279 Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000. (bol)

Komentar

Berita Terkait