oleh

Ratusan Rumah Terdampak Banjir, Wakil Ketua DPRD Luwu Harap Pembangunan Tanggul di DAS Sungai Bua

LUWU, TEKAPE.co – Wakil Ketua DPRD Luwu, Andi Mapptunru, bersama Sekretaris BPBD Luwu, Aminuddin, meninjau langsung lokasi banjir di beberapa Desa Terdampak di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sabtu, 27 Maret 2021.

Banjir yang terjadi akibat hujan deras yang terjadi, Jumat, 26 Maret 2021, malam, membuat debit air meningkat akibatnya air sungai meluap menggenangi ratusan rumah warga, Pesawahan, Sekolah, Pasar, Masjid, ternak warga, dan sebuah jembatan penghubung antara Desa Posi dan Tiromanda rusak akibat gerusan air.

Dalam kunjungan tersebut pimpinan DPRD Luwu bersama BPBD memberikan bantuan berupa air mineral kepada warga terdampak, serta melakukan pendataan rumah dan fasilitas publik yang terdampak banjir.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Luwu, Andi Mappatunru, menyampaikan berharap agar DAS Sungai Bua menjadi perhatian serius Pemerintah pasalnya setiap hujan deras maka air akan meluap ke Pemukiman warga, maka dari itu sangat dibutuhkan Pembangunan Tanggul guna meminimalisir terjadinya banjir di Wilayah Kecamatan Bua.

“Kita harapkan agar ada Pembangunan Tanggul penahanan tebing sungai di DAS Sungai Bua, khususnya wilayah Desa Pabbaresseng dan Barowa, jika itu terbangun maka akan meminimalisir terjadinya banjir yang tentunya sangat diharapkan masyarakat. Serta perbaikan jembatan penghubung antar Desa Posi dan Tiromanda,” ucapnya.

Lanjut, Andi Mappatunru, juga berharap pemerintah daerah lebih tanggap jika ada bencana yang terjadi serta tanggap penanggulangan penanganan terutama kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

“Kita mengharapkan Pemerintah Daerah jika ada bencana segera tanggap,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Luwu, Amiruddin Alwi, mengatakan bahwa bencana banjir di Kecamatan Bua diawali dengan intensitas hujan deras yang mengakibatkan air meluap ke pemukiman masyarakat diantaranya Kelurahan Sakti, Desa Posi, Desa Barowa, Desa Tanarigella, Desa Tiromanda, dan Desa Pabbaresseng.

“Sampai saat ini data yang kami terima kurang lebih 400 rumah yang terdampak banjir, tetapi luapan airnya itu surut kurang lebih pukul 00.00 WITA, tadi malam. Kita sementara assesment ada beberapa kerusakan seperti di jembatan di Dusun malutu Desa Posi ini yang rusak akibat gerusan air dsn kemudian ada 3 ekor sapi milik warga yang hanyut. Kalau untuk upaya Pemerintah saat ini menyediakan air bersih untuk masyarakat beberapa Desa, sementara untuk kebutuhan dasar kita sementara assessment,” terangnya.

Dari pantauan TEKAPE.co di lokasi pasca bencana banjir, Warga mulai membersihkan lumpur yang dibawah air, dan Damkar Luwu menurunkan bantuan air bersih untuk masyarakat. (Ham)

Komentar

Berita Terkait