Rakor Pengelolaan Sampah Lutim, PT Vale Siap Kolaborasi Dengan Pemda
MALILI, TEKAPE.co – Upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Luwu Timur mulai mengarah pada kolaborasi nyata antara pemerintah dan dunia usaha.
Salah satu komitmen kuat datang dari PT Vale Indonesia yang menyatakan kesiapan mendukung pengolahan sampah berbasis teknologi hingga pemanfaatan residu sebagai bahan bakar industri.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi pengelolaan sampah yang dipimpin Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Aula Adipura Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lutim, Rabu (11/03/2026).
Diketahui sebelumnya, PT Vale memang sementara melakukan pengembangan TPS3R Morina dan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung lainnya.
Dalam rapat tersebut, Irwan menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat ditangani oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor industri.
“Jika kita menganggap sampah hanya urusan pemerintah, maka persoalan ini akan semakin kronis. Karena itu, perlu kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Irwan.

Salah satu dukungan konkret datang dari PT Vale Indonesia yang tengah membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Baruga.
Selain itu, perusahaan tambang tersebut juga tengah menyiapkan pengembangan teknologi pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) di kawasan Enggano Camp.
Teknologi tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dan akan menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah yang lebih modern di Luwu Timur.
Tidak hanya itu, PT Vale Indonesia juga menyatakan kesiapannya untuk menampung hasil olahan residu sampah berupa RDF yang diproduksi dari TPS3R, untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara pada proses pembakaran di fasilitas smelter perusahaan.
Sementara itu, Kepala DLH Luwu Timur, Umar Hasan Dalle memaparkan bahwa saat ini pengelolaan sampah di daerah tersebut masih menghadapi keterbatasan fasilitas, karena hanya mengandalkan satu lokasi Pusat Pengolahan Akhir (PPA).
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat implementasi pengolahan sampah melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk mendorong keterlibatan masyarakat.
Selain PT Vale Indonesia, sejumlah perusahaan lain yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya PT Teguh Wira Pratama, PT Citra Lampia Mandiri (CLM), PT Mandiri Palmera Agrindo, PT Prima Utama Lestari (PUL), dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).
Dalam diskusi tersebut juga muncul usulan pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pelaku aktif pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Luwu Timur berharap sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menghadirkan solusi berkelanjutan bagi persoalan lingkungan di daerah tersebut. (*)





Tinggalkan Balasan