Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Rakerda Pemuda Katolik Sulsel Tegaskan Komitmen Aksi Nyata dan Toleransi Lintas Iman

Suasana Rapat Kerja Daerah Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan pelantikan Komisariat Cabang Toraja Utara di Misiliana Hotel, Sabtu–Minggu (14–15/2/2026). Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi dan penguatan program pelayanan organisasi di tingkat daerah. (ist)

TORAJA UTARA, TEKAPE.co – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sulawesi Selatan dirangkaikan dengan pelantikan Komisariat Cabang Toraja Utara di Misiliana Hotel, Sabtu–Minggu (14–15 Februari 2026).

Forum ini mengusung tema “Dari Refleksi Menuju Aksi dalam Semangat Pelayanan”.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh daerah, antara lain anggota DPRD Sulawesi Selatan Yariana Somalinggi dan Dra Firmina Tallulembang, Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg.

BACA JUGA: Pertamina Tambah 472 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulselbar Jelang Ramadan

Turut hadir, Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi, serta Staf Ahli Gubernur Sulawesi Selatan Bidang Ekonomi Kerakyatan, Since Erna Lamba, yang mewakili pemerintah provinsi.

Ketua Komda Sulsel, Erika Tansil mengatakan, organisasinya terus mendorong kolaborasi lintas iman sebagai bagian dari penguatan nilai toleransi.

“Kami telah berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan lintas agama untuk menyerukan semangat toleransi beragama. Ini bukan sekadar simbol, tetapi harus berbuah pada aksi yang menyentuh masyarakat,” ujar Erika.

BACA JUGA: Prabowo Resmikan 1.179 SPPG Polri, Polres Bulukumba Layani Hampir 3.000 Penerima Manfaat

Ia menjelaskan, komunikasi dan sinergi juga dibangun dengan berbagai unsur, mulai dari organisasi kemasyarakatan, pemerintah kabupaten/kota dan provinsi, hingga TNI dan Polri, guna menghadirkan program yang berkelanjutan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik periode 2024–2027, Stefanus Asat Gusma, menilai Rakerda merupakan agenda penting untuk memastikan arah gerakan organisasi tetap relevan.

Menurut dia, transformasi dari sekadar wacana menuju kerja nyata menjadi tantangan utama organisasi kepemudaan saat ini.

“Nama dan seragam tidak berarti tanpa aksi, akselerasi, dan kolaborasi. Dulu kita berteriak di jalan, sekarang kita bertransformasi melalui program bersama pemerintah,” katanya.

Stefanus juga menekankan pentingnya kerja lintas iman sebagai tanggung jawab moral dalam merawat perdamaian.

Selain itu, Stefanus mendorong penguatan konsolidasi internal dan perluasan pembentukan komisariat cabang agar peran organisasi semakin dirasakan di daerah.

Sambutan rohani disampaikan Pastor Cornel Tandiayu, yang mengingatkan pentingnya kehadiran organisasi kemasyarakatan Katolik dalam kehidupan sosial.

“Kita tidak bisa berpangku tangan. Kita harus terlibat dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik agar kehadiran kita memberi rasa dan makna,” ujarnya.

Ia juga mengajak kader untuk menampilkan iman melalui karya nyata serta bijak memanfaatkan ruang digital di tengah derasnya arus informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini