Putri Asli Rampi Tanggapi Aksi Penolakan PT Kalla Arebamma: Mari Kita Bersikap Adil
RAMPI, TEKAPE.co – Sekelompok orang melakukan aksi demo menolak PT Kalla Arebamma (PT KA) di Rampi, Luwu Utara, Selasa 29 Juli 2025.
Aksi unjuk rasa itu mendapat tanggapan dari Camat Rampi, Usniati S Parman. Tapi kali ini, ia bicara bukan sebagai camat, melainkan sebagai anak asli Rampi.
Usniati menyayangkan aksi yang menolak dialog dengan perusahaan dan pemerintah.
Padahal menurutnya, PT KA sudah punya izin resmi dari pemerintah.
“Kalau menolak PT KA, berarti juga menolak kebijakan pemerintah,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).
BACA JUGA:
PT Kalla Arebamma Bertemu Warga Rampi: Tegaskan Komitmen Sinergitas, Bukan Sekedar Menambang
Dia juga membantah tudingan bahwa PT KA tidak pernah sosialisasi, sudah produksi, atau menjual izinnya.
“Sosialisasi sudah dicoba, tapi ditolak. Semua tudingan itu juga sudah dijawab langsung oleh pihak perusahaan,” tegasnya.
Usniati mengajak warga untuk berpikir lebih luas. Ia menyebutkan manfaat yang bisa didapat dari kehadiran PT KA, seperti:
1. Perbaikan jalan poros Masamba–Rampi senilai Rp500 miliar,
2. Pembangunan listrik,
3. Lapangan kerja bagi warga lokal,
4. Bantuan pendidikan dan fasilitas umum lewat CSR.
“Jalan dan jembatan yang sudah kita nikmati sekarang, itu juga ada kontribusi PT KA. Listrik yang masih terbatas, bisa dibantu dengan kehadiran mereka,” katanya.
Ia juga menyinggung soal tambang ilegal di Rampi yang menurutnya tidak pernah diprotes, padahal banyak merusak lingkungan dan tidak memberi manfaat apa pun ke warga.
“Banyak ternak mati karena limbah mereka. Tidak ada jalan atau beasiswa dari tambang ilegal. Tapi kenapa mereka tidak didemo? Jangan-jangan karena pelakunya juga bagian dari demo itu,” ujarnya.
Menutup refleksinya, Usniati mengajak warga Rampi kembali ke adat: duduk bersama, bicara baik-baik, dan cari solusi.
Pesan dari Wakil Bupati yang sempat ditinggal peserta demo pun ia sampaikan:
“Yang pahit jangan langsung dibuang, bisa jadi obat. Yang manis jangan langsung ditelan, bisa jadi racun.”
Terakhir, Usniati mengajak warga untuk bersiap membangun tambang rakyat yang legal, seperti IPR atau WPR.
“Jangan hanya tolak, tapi juga siapkan alternatif. Mari kita adil, demi kemajuan bersama. Saya bicara sebagai anak Rampi,” tutupnya. (*)



Tinggalkan Balasan