Purbaya: Anggaran Kementerian Akan Dipotong, Ekonomi Dijaga Tetap Stabil
JAKARTA, TEKAPE.co – Pemerintah mulai memperketat kebijakan fiskal di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya usulan anggaran dari sejumlah kementerian dan lembaga yang dinilai berpotensi menekan keuangan negara jika tidak dikendalikan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan melakukan pemangkasan terhadap sejumlah pos anggaran kementerian dan lembaga.
Ia menyoroti kecenderungan pengajuan anggaran yang terus meningkat.
“Pada dasarnya kita akan memotong anggaran, saya akan batasi anggaran-anggaran yang baru, jangan diajukan lagi. Menterinya mengajukan terus, sekian puluh triliun, kita potong kalau yang itu, yang lain kita akan sesuaikan,” ujar Purbaya, Rabu (25/3/2026).
Menurut dia, kebijakan penyesuaian anggaran dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara belanja negara dan stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan belanja tetap berada dalam koridor yang aman.
“Tapi, ini enggak akan sampai memengaruhi ekonomi. Kita pastikan juga ekonomi yang terjaga baik. Itu saya monitor terus,” katanya.
Ia juga mengungkapkan adanya dinamika dalam proses efisiensi anggaran. Alih-alih memangkas, sejumlah kementerian justru mengusulkan tambahan anggaran.
“Kita lagi hitung, untuk semua kementerian. Tadinya kita usulkan mereka mengajukan (efisiensi) 10 persen, tetapi kalau saya tawarin ke mereka, mereka bukan motong, malah nambah terus. Ya sudah saya bilang saya potong, nanti mereka sesuaikan. Tetapi, persenannya kita lagi diskusikan,” ujarnya.
Keputusan final terkait besaran pemangkasan anggaran tersebut masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah kebijakan efisiensi itu, pemerintah tetap optimistis terhadap kinerja ekonomi nasional.
Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 berada di kisaran 5,6 hingga 5,7 persen, ditopang oleh konsumsi masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran.
“Pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen, kalau perkiraan kasar ya. Itu sudah lumayan bagus lah, di tengah gejolak global sekarang,” katanya.





Tinggalkan Balasan