Tekape.co

Jendela Informasi Kita

PT BMS Bagikan 2.250 Masker di Bua untuk Antisipasi Dampak Asap Karhutla

Camat Bua, Jakashadly, turut membagikan masker kepada pengguna jalan bersama pihak PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Rabu, 14 Oktober 2026, sebagai upaya mengantisipasi dampak kabut asap karhutla. (foto: tekape.co)

LUWU, TEKAPE.co – PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) bersama Pemerintah Kecamatan Bua membagikan 2.250 lembar masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu, 14 Oktober 2026.

Pembagian masker ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaporkan meluas ke sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu.

Pembagian masker berlangsung di persimpangan lampu lalu lintas (traffic light) Kecamatan Bua. Sebanyak 45 bungkus masker dibagikan, dengan masing-masing bungkus berisi 50 masker.

Supervisor K3 PT BMS, Filham Nur, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap karhutla.

Sebagai perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Bua, BMS ingin berkontribusi dalam mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Tujuan kita bagi-bagi masker hari ini sebagai salah satu bentuk keprihatinan kita terhadap dampak dari Karthula yang terjadi. Sebagai salah satu perusahaan di wilayah Kecamatan Bua, kita ingin mengambil peran khususnya untuk mencegah dampak yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi saluran pernapasan dampak dari sakit lain,” ungkapnya.

Filham menjelaskan, total masker yang dibagikan mencapai 2.250 lembar. Ia mengatakan kegiatan serupa berpeluang kembali dilaksanakan jika dampak karhutla berlangsung lebih lama.

“mungkin ini akan continue kita laksanakan ketika memang dampak dari Karthula ini semakin berkepanjangan.,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bua, Jakashadly, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dan cuaca panas. Imbauan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Nomor 800/2571/DINKES/X/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan.

Jakashadly menyampaikan tiga langkah yang perlu dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kondisi tersebut berlangsung.

“Pertama, Menggunakan masker saat berada di luar ruangan, terutama saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap, Kedua, Memperbanyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi di tengah cuaca panas ekstrem, dan Ketiga Menjaga kebersihan diri, menerapkan etika batuk dan bersin, serta segera me-meriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sesak napas, batuk persisten, atau infeksi saluran pernapasan,” ungkapnya.

Masyarakat diimbau mengikuti anjuran tersebut, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini