oleh

Proyek Pembangunan Saluran Irigasi di Pekon Suka Raja Semaka Diduga Siluman

TANGGAMUS, TEKAPE.CO – Pekerjaan pembangunan saluran air irigasi pesawahan di Pekon/Desa Suka Raja, tepatnya di Dusun Mojoroto, Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, diduga asal jadi, termasuk tidak memasang papan informasi nama proyek, Sabtu (3/12/22).

Akibat tidak dilengkapi pemasangan papan informasi proyek, pekerjaan itu akhirnya menimbulkan spekulasi warga setempat.

Diduga itu merupakan modus untuk membohongi masyarakat agar tidak diketahui kisaran anggaran serta sumber anggaran.

Semestinya pihak pemerintah terkait harus menyurati atau menegur pemborong atau kontraktor untuk memasang papan informasi setiap kegiatan pembangunan yang dibiayai uang negara.

Hal ini juga dipertegas dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 tahun 2008, dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010, Nomor 70 tahun 2012.

Dimana didalamnya mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek yang memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak, serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparasi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.

Salah seorang warga setempat menyoroti pekerjaan tanpa papan informasi itu.

Dirinya menyebut bahwa proyek Pembangunan saluran air irigasi tanpa terdapat papan nama informasi tersebut adalah proyek siluman.

“Sebab sama sekali tidak terpasang papan informasi, terkait pembangunan irigasi tersebut sangat banyak kejanggalan terutama yang sangat jelas menurut kami selaku masyarakat papan kegiatan pun tidak terpasang inilah yang jadi pertanyaan kami ada apa dengan pembangunan ini, “kata Sumber tersebut.

Menurutnya, selama ini mereka belum mengetahui berapa nilai pagu anggaran dan juga berapa meter panjang termasuk berapa tinggi juga lebar talut yang di bangun tersebut

” Pasalnya papan kegiatan nya pun tidak ada inilah yang membuat kami sangat penuh pertanyaan jika ini jelas nilainya kami warga kan wajib tau,akan tetapi apa yang terjadi, ini terkesan pekerjaan proyek terselubung ,”ungkap sumber.

Selain itu, salah seorang pekerja yang berasal dari Pringsewu baru beberapa hari bekerja di proyek tersebut mengaku memgeluh.

” Baru beberapa hari bekerja mereka sudah mengeluh bahkan sudah pulang ke desanya masing masing,ini kan yang membuat pertanyaan kami juga ada apa pembangunan ini,kami menduga bahwa pembangunan ini tidak jelas, dan bermasalah, “beber sumber.

Dikonfirmasi melalui konsultan pengawas pembangunan bernama Akmal. Dirinya menjelaskan bahwa dirinya sudah memerintahkan pekerja untuk memasang papan informasi nama proyek namun belum dilakukan mereka.

“Terkait papan kegiatan itu dari awal saya sudah suruh pasang namun hingga saat ini belum terpasang juga, terkait dengan pembangunan tersebut memang salah tidak ada ke transfaran terhadap masyarakat, “kelitnya.

Ketika disinggung soal pagu anggaran proyek tersebut dirinya tidak bisa menjelaskan berapa nilai pagu anggaran. Dirinya hanya menyarankan menemui pihak kontraktor.

” saya tidak tau berapa nilai pagu anggarannya jika mau tanya lebih jelas tanyakan ke pihak kontraktor nya yang lebih tau, ia bang saya tidak tau berapa anggarannya karena saya hanya membawa gambar kegiatan tersebut adapun nilainya saya tidak tau, “pungkasnya. (Tim)

Komentar