Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone Diharapkan Dongkrak Kesejahteraan Peternak

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan, program hilirisasi ayam terintegrasi yang dijalankan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dirancang untuk meningkatkan keuntungan peternak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui skema tersebut, Kementerian Pertanian menghadirkan sistem usaha terpadu yang mencakup penyediaan bibit atau day old chick (DOC), pakan, hingga pemasaran hasil produksi.

Dengan pola ini, masyarakat pedesaan diharapkan memperoleh kepastian usaha sekaligus peluang kerja baru di sektor peternakan.

Amran menyampaikan, program ini merupakan bagian dari agenda strategis nasional yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah, kata dia, mendorong keterlibatan badan usaha milik negara (BUMN) untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga DOC, pakan, serta pullet dengan standar kualitas dan kuantitas yang terjamin.

“Keterlibatan BUMN bertujuan memberikan kepastian bagi peternak, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pemasaran.”

“Dengan demikian, peternak tidak lagi sepenuhnya bergantung pada mekanisme pasar bebas yang kerap merugikan produsen kecil,” ujar Amran dalam keterangan yang dikutip Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, hilirisasi ayam terintegrasi dirancang sebagai model produksi modern, di mana proses pembibitan, penyediaan pakan, budidaya, pengolahan, hingga distribusi berada dalam satu sistem yang saling terhubung.

Menurutnya, sistem terpadu ini memungkinkan peternak menekan biaya produksi, meningkatkan mutu daging ayam nasional, serta memperluas kesempatan kerja di tingkat lokal.

“Jika sektor hulu hingga hilir terkelola dengan baik, harga pakan dan DOC dapat ditekan. Dampaknya, inflasi pangan bisa lebih terkendali dan kesejahteraan peternak meningkat. Ketika peternak sejahtera, ketahanan ekonomi nasional juga akan menguat,” katanya.

Amran berharap, model yang diterapkan di Bone dapat menjadi contoh pengembangan industri perunggasan modern di berbagai daerah lain di Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini