oleh

PP IPMIL Palopo Diskusikan Money Politic Pasca Pemilu

PALOPO, TEKAPE.co – Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (PP IPMIL) Palopo menggelar dialog kebangsaan, di Warkop Sweetnees, Sabtu 22 Juni 2019.

Dialog dengan tema ‘Pasca Pemilu 2019: Apa Kabar Money Politik?’ itu menghadirkan Narasumber dari Bawaslu dan KPU.

Diantara yang hadir, Komisioner KPU Palopo Haris Mubarak serta Ketua Bawaslu Palopo, Asbudi Dwisaputra.

Ketua PP IPMIL Palopo, Harbianto, mengatakan tanda kegagalan demokrasi di negara ini ketika marak nya praktik money politic pada Pemilu.

“Tanda kegagalan berdemokrasi kita, bisa dilihat dari massifnya praktik money politic. Sehingga apa yang kita lakukan hari ini, dengan mengundang beberapa narasumber dari penyelenggara, dapat menjadi suatu diskusi serius untuk menanggapi hal tersebut,” ucap Harbianto.

Abi, sapaan akrab Harbianto, menjelaskan, bagaimana mahasiswa di era sekarang sedang diuji dalam melihat suatu fakta peristiwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa sebagai kelompok sosial yang istimewa di tengah masyarakat indonesia, mahasiswa dianggap memiliki peranan historis yang signifikan dalam sejarah bangsa ini, terutama sebagai penyambung lidah rakyat yang dipercaya masih begitu jujur, idealis dan bersih dari tunggangan kepentingan politik.

“Independensi mahasiswa sangat di butuhkan dalam mengawal proses pemilu ini, tidak hanya mementingkan golongan ataupun kelompok, namun juga berpihak pada rakyat banyak. Bagaimana Mahasiswa dapat merespon isu yang telah banyak berkembang seperti money politic, kecurangan pemilu dan lain sebagainya, sehingga mahasiswa dikatakan sebagai agen perubahan dapat terejawantahkan di dalam kehidupan sosial masyarakat,” jelasnya.

Harapan kemudian dari dialog ini adalah lahirnya sebuah gagasan, yang akan menjadi sebuah rekomendasi untuk pemilu selanjutnya kepada KPU dan Bawaslu Kota Palopo untuk sama-sama mengawal pesta demokrasi selanjutnya. (Bolang)

Komentar

Berita Terkait