oleh

Polisi dan Warga Palopo Beraksi, Para Pelaku Balap Liar Dibuat Kocar Kacir

PALOPO, TEKAPE.co – Balapan liar di Palopo ibaratkan sebuah penyakit sosial yang sangat meresahkan masyarakat.

Hampir setiap malam hingga dini hari, balapan liar terjadi di Jalan sekitaran terminal dan pasar niaga Kota Palopo yang kian membahayakan mengguna jalan lainnya.

Tempat itu seperti sudah menjadi salah satu arena terfavorit bagi para pelaku balap liar.

Meskipun sering mendapat teguran keras oleh masyarakat setempat dan pihak kepolisian, para pelaku balap liar tetap melakukan aksinya, seakan enggan menghiraukan teguran-teguran itu.

Tepat Pukul 13.00 Wita, Minggu dini hari, Kepolisian dari Polsek Wara Palopo melakukan razia balap liar di lokasi itu.

Personil Kepolisian Polsek Wara, Polres Palopo

Terlihat beberapa personil hanya menggunakan pakaian biasa sambil menunggangi sepeda motor melakukan patroli di sekitaran terminal.

Tak hanya itu, beberapa masyarakat juga terlihat ikut membantu kepolisian untuk berjaga-jaga di lokasi itu.

Tak lama kemudian, sekelompok remaja terlihat dari arah selatan di Jalan Kelapa Kota Palopo sudah mulai melakukan aksinya, tampak mereka sedang asik ugal-ugalan mengendarai sepeda motor, bermain dengan tali gas, seolah menciptakan suatu irama tersendiri.

Lampu jalan yang sedikit redup menjadi saksi permainannya malam itu. Tiba-tiba beberapa Personil Polisi turun dari motor dan berdiri di tengah jalan.

Niatnya menghentikan para remaja itu, namun beberapa remaja langsung kocar-kacir memutar arah dan berhasil melarikan diri.

Tapi ada juga yang bernasib sial, tak mampu berbuat apa-apa saat polisi bersama beberapa masyarakat setempat menghentikan motornya dan memegangi kerah bajunya.

Bentakan keras dari polisi membuat ekspresi wajah remaja itu seketika berubah, yang tadinya sangat menantang menjadi pucat tidak karuan.

Juga salah satu dari masyarakat yang ikut mambantu kepolisian saat itu juga melontarkan kata-kata cacian kepada remaja itu.

“Ini memangmi yang sering balap-balap,” ungkap sultan, salah satu masyarakat yang turun membubarkan balap liar. Saat itu, polisi langsung memeriksa kelengkapan kendaraannya, namun dari sekian banyak motor yang ditahan, sebagian besarnya menggunakan knalpot racing.

Salah seorang pelaku balap liar yang diamankan kepolisian berusaha melawan dan membantah dirinya tidak bersalah.

“Kenapa saya yang ditahan, saya tidak melanggar apapun,” ungkapnya.

Namun setelah pihak kepolisian meminta anak itu menunjukkan sim dan surat-surat kendaraannya, anak itu tidak bisa menyangkal bahwa dirinya telah melanggar peraturan lalu lintas.

Ditambah lagi motornya tidak menggunakan kaca spion dan nomor plat, memperkuat dasar polisi untuk menahan motor mereka.

Sekitar dua jam di lokasi itu, Personil Polsek Wara, yang saat itu juga bersama dengan Personil Sat Sabara Polres Palopo berhasil membuat kondisi menjadi kondusif.

Tampak sunyi, hanya satu dua pengendara yang melintas. Merekapun terlihat tidak ugal ugalan, mungkin karena dari kejauhan mereka sudah melihat mobil oprasi Sat Sabara telah terparkir di lokasi itu.

Kanit Reskrim Polsek Wara, IPDA A Akbar saat itu di hadapan remaja yang berhasil diamankan mengatakan bahwa Kota Palopo harus kondusif dan bebas dari aksi balap liar yang sangat meresahkan masyarakat.

Apalagi saat ini telah berlangsung Festival Kraton Nusantara, dan Palopo sebagai tuan rumah kegiatan itu.

“Sebagai tuan rumah, Palopo mesti memperlihatkan keramahan kota,” ungkap A Akbar, Minggu, (8/09/2019), dini hari.

Yah, sebagai tuan rumah FKN, sudah semestinya Palopo harus memperlihatkan sesuatu yang bernilai positif kepada para tamu yang datang dari luar kota.

Tidak semua daerah bisa mendapat kesempatan itu. Paling tidak dari hal kecil seperti ini, terkait soal keamanan dan ketertiban kota, itu nantinya akan menjadi sesuatu yang berkesan baik untuk para tamu kerajaan yang datang.

Di luar dari itu, ada hal yang berbeda dari sebelumnya, sesuatu yang menjadi nilai plus dalam aksi pembubaran balap liar kali ini, polisi dan warga Palopo kini terlihat lebih bersinergi.

Tentunya itu menjadi salah satu hal yang dapat menyemangati pihak kepolisian dalam penertiban kota. (Haq)

Komentar

Berita Terkait