Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Peternakan Woliko Raih Platinum, Vale Dorong Ekonomi Warga Luwu Timur dari Hulu ke Hilir

PT Vale Indonesia Tbk di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, meraih Platinum Award dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2026. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co — Program Pengembangan Peternakan Ayam Kampung Terpadu ‘Woliko’ yang dikembangkan PT Vale Indonesia Tbk di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, meraih Platinum Award dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2026.

Penghargaan tersebut menempatkan Woliko sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat Vale Indonesia yang dinilai mampu mendorong peningkatan kapasitas sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengembangan usaha peternakan secara terpadu.

Bukan sekadar beternak ayam, Woliko dikembangkan dengan pendekatan yang menghubungkan sejumlah aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat.

Pengelolaan peternakan, pengembangan pakan dan bahan pendukung, hingga pemanfaatan hasil samping peternakan diarahkan menjadi satu ekosistem usaha.

Pendekatan ini membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh nilai ekonomi dari lebih banyak mata rantai produksi. Bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian, sementara hasil peternakan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi produktif masyarakat.

Dengan pola tersebut, pengembangan peternakan tidak hanya berbicara mengenai produksi ayam kampung, tetapi juga bagaimana menekan biaya, memanfaatkan sumber daya lokal, menciptakan nilai tambah, dan memperluas peluang pendapatan masyarakat.

Penghargaan Platinum ICA 2026 diterima Head of External Relations Sorowako and Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, dalam BERBAKTI, ICA & ISDA Award Ceremony 2026 di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Yusri mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap pendekatan pemberdayaan yang diterapkan Vale Indonesia untuk memastikan program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu menciptakan manfaat dalam jangka panjang.

“Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana masyarakat dapat mengembangkan kapasitas, membuka peluang baru, dan membangun kemandirian,” kata Yusri.

Menurutnya, keberlanjutan program sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama.

Karena itu, pengembangan Woliko tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk peternakan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha.

“Masyarakat harus menjadi bagian utama dalam proses pemberdayaan, bukan hanya sebagai penerima manfaat,” ujarnya.

Model tersebut penting karena penguatan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan sarana produksi. Kapasitas pengelolaan, efisiensi pemanfaatan sumber daya, keterhubungan antarsektor, dan kemampuan mengembangkan usaha menjadi bagian dari proses pemberdayaan.

Melalui Woliko, peternakan dan pertanian juga dapat saling mendukung. Hasil samping dari peternakan dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, sehingga tercipta pola pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Dari produksi ke nilai tambah

Pengembangan ekonomi lokal juga menjadi pendekatan yang diterapkan Vale Indonesia melalui program pemberdayaan lainnya.

Pada ISDA 2026, perusahaan meraih dua Gold Award, masing-masing melalui program Vocational Short-term Training (VST) dan Kampung Singkong Desa Nuha.

VST diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal melalui pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Sementara Kampung Singkong Desa Nuha mendorong masyarakat meningkatkan nilai tambah komoditas singkong melalui pengolahan menjadi berbagai produk.

Jika Woliko membangun ekosistem usaha dari sektor peternakan, Kampung Singkong mendorong masyarakat bergerak dari penjualan komoditas primer menuju produk olahan bernilai tambah.

Adapun VST memperkuat sisi sumber daya manusia agar masyarakat memiliki keterampilan yang lebih relevan dengan peluang kerja.

Ketiga program tersebut menjadi bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Vale Indonesia dengan fokus pada peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan lokal, pengembangan keterampilan, serta pemanfaatan potensi wilayah.

Bagi Vale Indonesia, pengembangan ekonomi masyarakat diarahkan agar potensi lokal tidak berhenti sebagai sumber daya, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang dikelola masyarakat dan menghasilkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Capaian tersebut melanjutkan rekam jejak Vale Indonesia dalam ICA dan ISDA. Pada ISDA 2024, Vale Indonesia memperoleh dua Gold Awards dan tiga Silver Awards.

Sementara pada ICA–ISDA 2025, perusahaan meraih Platinum dan Gold Awards melalui program Matano Iniaku serta Silver Award melalui program Closed-Loop Livestock System: Peternakan Sapi.

ICA dan ISDA diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD) sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan dan program yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini