oleh

Pertashop PT. Permata Najwa Farani 136 Banjar Agung Limau Tutup Dikeluhkan

TANGGAMUS,TEKAPE.CO – Pertashop PT. Permata Najwa Farani 136 Pekon Banjar Agung Limau Kabupaten Tanggamus sudah hampir 3 bulan Tutup Sementara masyarakat Limau membutuhkan BBM Sejenis Pertamax. (Senin 25 Juli 2022)

Dengan adanya Pertashop ditutup masyarakat pun berharap agar Pertamina pusat memberikan teguran terhadap Pertashop, karena dengan adanya Losis tersebut bukan kelalaian operator Pertashop.

Zawahid selaku operator Pertashop menjelaskan berawal tutupnya Pertashop karena itung-itungan Losis penjualan, misalnya BBM Pertamax yang datang 2000 liter sementara setelah selesai penjualan BBM sejenis Pertamax tersebut habis tidak mencapai 2000 liter, secara tidak langsung pihak Pertashop PT. Permata Najwa Farani mengalami kerugian.

“Sementara kerugian diperkirakan Dari bulan mei-juni sampai dibulan Juli 2022 mencapai kerang lebih sekitar 300 Liter bahkan sampai 400 Liter, setelah dihitung dengan nominal kerugian dengan berjumlah uang sebayak 400 X 12.750 = Rp: 5.100.000 rupiah, “kata Zawahid.

Lebih lanjut dijelaskan Zawahid, dengan adanya Losis Tersebut dari pihak perusahaan PT. Permata Najwa Farani memutuskan untuk sementara waktu Pertashop di istirahatkan untuk sementara bukan berarti ditutup untuk selamanya dan mudah-mudahan diawal bulan ini nanti Pertashop dibuka kembali dan ia pun menjelaskan bahwa dengan adanya Pertashop ditutup.

” Masyarakat pun sudah menanti akan dibuka kembali dan dengan adanya Pertashop, menurut dia masyarakat sangat tertolong yang terutama dengan masalah harga sangat terjangkau dibandingkan dengan Eceran yang ada, kuwalitas pun terjamin dan Takeran nya pun sangat memuaskan, sementara Pertashop menjual BBM sejenis Pertamax dengan harga 12.750 perliter sementara pengecer menjual BBM sejenis Pertamax ada yang 14.000 dan ada juga yang 15.000 perliter, “tambahnya.

Wahyudin menambahkan ia bukan lagi sebagai pengawas Pertashop tersebut namun ia sebagai masyarakat Pekon Banjar agung itu sendiri, Wahyudin menjelaskan dengan adanya paktor Losis bukan dari kelalaian operator saja, ia juga tidak tau persis apakah dari pengisian mobil tangki BBM kedispenser atau dispenser ya yang bermasalah,”

“Harapan Wahyudin agar pihak perusahaan koreksi dimana letak kesalahan nya ataupun tutupnya karena hal yang lain,”jelasnya

Ajis Muslim kepala Pekon Banjar agung juga menambahkan bahwa dengan adanya Pertashop di Pekon Banjar agung belum pernah menerima kontribusi kepekon selama ia menjabat sebagai kepala Pekon dan ia juga berharap kalaupun ada pengrekrutan tenaga kerja yu untuk Operator Pertashop tersebut.

“Saya berharap agar mempekerjakan orang orang dari masyarakat Pekon Banjar agung, jangan sampai dari masyarakat luar Pekon Banjar agung, karena minimal mengurangi angka pengangguran dipekon Banjar agung itu sendiri,” imbuhnya. (Pakhrur Rozi)

Komentar