oleh

Penyuap Gubernur Sulsel Nonaktif Divonis 2 Tahun Penjara

MAKASSAR, TEKAPE.co – Agung Sucipto terdakwa kasus suap proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan divonis selama dua tahun penjara.

Vonis tersebut diputuskan saat Agung menjalani sidang di Ruangan Sidang Utama Prof Harifin A Tumpa di Pengadilan Negeri Makassar, Senin 26 Juli 2021 sekira pukul 13.30 Wita.

Agung terbukti melanggar Pasal 5 (1) UU Tipikor Jo Pasal 64 (1) KUHP, dengan ancaman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun.

Agung dianggap melakukan pemberian suap secara berulang, atau perbuatan berlanjut, sehingga di Juncto-kan dengan pasal 64 (1) KUHP.

“Mengadili terdakwa melakukan tindak pidana korupsi aecara berlanjut sesuai dakwaan pertama, yaitu 2 tahun penjara, dengan denda Rp150 juta subsider 4 bulan,” ujar Ibrahim Palino.

“Menetapkan masa tahanan terdakawa dipotong seluruhnya dari masa penahanan terdakwa, dan membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar 10 ribu,” lanjutnya

Setelah itu Majelis Hakim mengatakan, jika ada yang tidak menerima putusan ini dibolehkan secara Undang-Undang untuk mengajukan banding, 7 hari terhitung mulai besok.

“Jika tidak ada pengajuan selama tujuh hari, maka dinyatakan seluruh pihak menerima putusan,” tutupnya.

Agung Sucipto sendiri mengikuti sidang secara virtual di Lapas Kelas I Makassar, di dampingi Penasehat Hukumnya, M. Nursal.

Sementara, empat Penasehat Hukum lainnya hadir secara langsung di Persidangan, yaitu Afdalis, Bambang Hartono, Bobby Ardianto, dan Fernando.

Diketahui, terdakwa Agung Sucipto selaku Pemilik PT. Agung Perdana Bulukumba dan PT. Cahaya Sepang Bulukumba.

Melakukan suap kepada Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah dan Eks Sekertaris PUTR Sulsel Edy Rahmat, terkait pembangunan proyek infrastruktur. (*)

Komentar

Berita Terkait