Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Pekerja Pemanen PTPN IV Kebun Julok Tetap Bekerja di Hari Minggu Demi Kejar Target RKAP

Pekerja pemanen kelapa sawit di Afdeling II, PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara, memilih tetap turun ke lapangan di hari Minggu. (ist)

ACEH TIMUR, TEKAPE.co – Sejumlah pekerja pemanen kelapa sawit di Afdeling II, PTPN IV Regional VI Kebun Julok Rayeuk Utara, memilih tetap turun ke lapangan di hari Minggu.

Di tengah sengatan matahari, mereka tampak sibuk memanen tandan buah segar sebagai bagian dari upaya mengejar target produksi sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Salah satu pemanen, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan mereka bekerja di hari libur dilakukan secara sukarela.

Selain untuk memenuhi target perusahaan, para pemanen juga mendapat tambahan insentif atau premi dari hasil kerja mereka di luar jam normal.

“Kami sadar target produksi penting bagi perusahaan, dan kami juga ingin merasakan bonus kalau target tercapai,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (22/6/2025).

Menurutnya, tidak ada unsur paksaan dalam aktivitas kerja di hari libur. Semua dijalankan sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan dan peraturan perusahaan yang memberikan hak atas insentif tambahan bagi karyawan yang bekerja di luar hari kerja reguler.

Kepala Wilayah (Region Head) PTPN IV Regional VI, Syahriadi Siregar, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, mengapresiasi semangat para pemanen yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap capaian perusahaan.

Ia menilai, kesediaan karyawan bekerja di hari libur mencerminkan kolaborasi yang semakin solid antara manajemen dan pekerja.

“Ini menjadi bukti bahwa karyawan makin memahami pentingnya kontribusi terhadap pencapaian target RKAP,” katanya.

Namun demikian, Syahriadi juga mengungkapkan kekecewaannya atas adanya pihak yang mencoba menggiring opini negatif di kalangan pekerja.

Menurutnya, terdapat oknum yang memprovokasi karyawan agar menolak bekerja di hari Minggu. Jika terbukti ada upaya sistematis yang melanggar hukum, kata dia, pihak manajemen tidak akan tinggal diam.

“Sebagai BUMN, kami akan ambil langkah tegas demi penegakan hukum dan menjaga stabilitas perusahaan,” tegasnya.

Syahriadi menambahkan, pihaknya berkomitmen membangun lingkungan kerja yang terbuka dan kondusif demi kesejahteraan seluruh karyawan.

Komitmen itu, menurutnya, menjadi dasar penting dalam menghadapi tantangan produksi ke depan. (I)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini