oleh

Pekan Budaya, Bupati Sebut Luwu dari Dulu Dikenal Sebagai Daerah Religius

LUWU, TEKAPE.co – Bupati Luwu, Dr. H. Basmin Mattayang, menyampaikan bahwa adat dan peradaban masyarakat Luwu yang bernilai religius bahkan jauh sebelum islam masuk di wilayah Luwu.

Hal tersebut disampaikan Bupati Luwu, saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Pekan Budaya Sangerenna Luwu 2021, Rabu, 10 November 2021.

“Jika engkau ingin berkata-kata atau melakukan sesuatu maka sandarkan pada adat, tumpukan pada sara’. Luwu ini dari dulu dikenal sebagai daerah religius,” kata, Basmin Mattayang.

Lanjut, Basmin, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pencetus ide pekan budaya yang digelar di Baruga Arung Senga.

“Saya berpesan agar kegiatan ini menjadi pengingat dan percontohan yang harus terus diterapkan ditengah-tengah masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Eksekutif Manajer Pekan Budaya Luwu, Andi Muhammad Arfan Basmin, menyampaikan kegiatan tersebut terselenggara atas kegelisahannya atas terkikisnya nilai-nilai budaya dan adat Luwu.

“Jaman semakin mengikis pemahaman kita terkait budaya kita sendiri. Tidak ada lagi yang berkumpul bercerita tentang sejarah tanah Luwu, seakan semua hilang bagaikan debu,” ujar, Arfan.

“Tidak adalagi saling mengingatkan tentang adab dan adat sopan santun dalam ketatakramaan, serta terkadang kita lupa bahwa kita memiliki sebuah istana yang bernama Langkanai Kedatuan Luwu,” sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kesadaran bahwa Luwu itu ada, Luwu itu besar dan Luwu itu simbol keberanian dalam menjaga marwah dan martabat didalamnya.

Pada pekan budaya yang dilaksanakan pada 10 – 14 November 2021 tersebut digelar pameran benda pusaka dan foto-foto senga tempo doloe, seminar budaya, lomba seni pelajar, pertunjukan seni, dan lomba permainan tradisional. (*/ham)

Komentar

Berita Terkait