Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Mahasiswa Unhas Bantu Desa Lonjoboko Jadi Tangguh Bencana, KTB Resmi Dibentuk

Tim PPK ORMAWA SPACE FT-UH bersama pemerintah dan masyarakat Desa Lonjoboko saat kegiatan Lokakarya dan Launching Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kantor Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Gowa, Selasa (15/9/2026). (ist)

GOWA, TEKAPE.co – Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui peluncuran Desa Tangguh Bencana (Destana).

Program tersebut diluncurkan dalam kegiatan Lokakarya dan Launching Desa Tangguh Bencana yang digelar Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Student Planning Society Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (PPK ORMAWA SPACE FT-UH), Selasa (15/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Lonjoboko dan dihadiri Camat Parangloe Rishky Abdullah, Kepala Desa Lonjoboko Kaharuddin, Sekretaris Desa, unsur badan dan lembaga desa, Babinsa, para kepala dusun, kelompok pemuda serta masyarakat setempat.

Lokakarya tersebut menjadi ajang bagi tim PPK ORMAWA SPACE FT-UH untuk memaparkan hasil program yang telah dijalankan selama sekitar tiga bulan di Desa Lonjoboko.

Sejumlah luaran dan inovasi yang dihasilkan selama pendampingan turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

Momentum itu sekaligus ditandai dengan peresmian Kelompok Tangguh Bencana (KTB) dan launching Destana Desa Lonjoboko.

Pembentukan kelembagaan tersebut diharapkan memperkuat peran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana sekaligus membuka ruang lebih luas bagi kelompok pemuda untuk terlibat dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Camat Parangloe Rishky Abdullah mengapresiasi program yang dibawa Tim Lontara SPACE FT-UH ke Desa Lonjoboko.

Ia mengatakan pemerintah kecamatan sejak awal terbuka terhadap program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan wilayah.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Tim Lontara SPACE FT-UH, karena kami tentunya dari awal sangat terbuka dan mendukung penuh setiap program yang dapat membantu wilayah kita semakin maju. Saya sangat mengapresiasi seluruh program dan luaran yang telah dihasilkan oleh tim bersama dengan masyarakat Desa Lonjoboko,” ujarnya.

Rishky berharap kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi tersebut dapat terus dikembangkan untuk menjawab berbagai persoalan di wilayah Parangloe.

“Semoga ke depan kita bisa semakin memperkuat kolaborasi untuk bersama membenahi persoalan-persoalan yang ada di wilayah ini. Termasuk ke depan, kerja sama yang dijalankan dapat menjadikan wilayah ini sebagai pilot project bagi akademisi,” lanjutnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Lonjoboko Kaharuddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini