Mahasiswa KKN-PK UNHAS Angkatan 69 Programkan BUNDA CERDAS di Sidrap
Penulis: Faizzatul Amaliah Arsyad
(Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Angkatan 69)
SIDRAP, TEKAPE.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) Universitas Hasanuddin Angkatan 69 melaksanakan program kerja individu bertajuk BUNDA CERDAS (Bunda Cegah Stunting dengan Edukasi Gizi dan ASI Eksklusif) di Aula Kantor BPD Desa Bila, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu (25/7/2026).
Program yang diinisiasi oleh Faizzatul Amaliah Arsyad, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, pemberian ASI eksklusif, serta pencegahan stunting sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitif, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui menjadi langkah promotif dan preventif yang penting untuk mendukung lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan ini diikuti oleh 18 ibu hamil dan ibu menyusui dengan rangkaian acara yang meliputi pre-test, penyampaian materi, diskusi interaktif, pembagian leaflet edukasi, serta post-test sebagai evaluasi. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya gizi seimbang selama kehamilan, manfaat ASI eksklusif, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), konsep 1.000 HPK, hingga berbagai mitos dan fakta mengenai kehamilan dan menyusui.
Melalui sesi diskusi, peserta juga berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait kehamilan maupun menyusui.
Berdasarkan hasil evaluasi, program ini menunjukkan hasil yang positif. Sebanyak empat peserta (22,22 persen) mengalami peningkatan nilai setelah mengikuti edukasi, 13 peserta (72,22 persen) mempertahankan nilai sempurna yang telah diperoleh sejak pre-test, dan hanya satu peserta (5,56 persen) mengalami sedikit penurunan nilai. Secara keseluruhan, 17 dari 18 peserta (94,44 persen) memiliki pengetahuan yang tetap baik atau meningkat setelah mengikuti kegiatan.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan program telah tercapai, yaitu lebih dari 80 persen peserta memiliki pengetahuan yang tetap baik atau meningkat setelah mengikuti edukasi.
Annisa, salah seorang peserta yang sedang menjalani kehamilan, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena saya jadi lebih memahami pentingnya memenuhi gizi selama hamil dan manfaat ASI eksklusif untuk mencegah stunting. Materinya mudah dipahami dan menjawab banyak pertanyaan yang selama ini saya alami. Insya Allah saya akan menerapkan ilmu yang saya dapatkan selama kehamilan dan nanti setelah bayi lahir,” ungkap Annisa.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti sesi diskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pola makan ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, hingga cara mencegah stunting sejak dini. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap informasi kesehatan ibu dan anak.
Melalui program BUNDA CERDAS, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. Diharapkan pengetahuan yang telah diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung upaya pencegahan stunting dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, serta berkualitas di Desa Bila, Kecamatan Dua Pitue. (*)





Tinggalkan Balasan