Luwu Timur Tambah Usulan 6 Titik Irigasi Air Tanah, Bupati Irwan Dorong Percepatan Swasembada Pangan
MAKASSAR, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan infrastruktur irigasi.
Setelah menerima hasil pembangunan tiga titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) tahun 2025, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, langsung mengusulkan enam titik pembangunan baru untuk tahun 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Irwan saat menghadiri penyerahan hasil pembangunan JIAT oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Ruang Rapat Bili-Bili, Makassar, Kamis (9/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Irwan menyebut kebutuhan infrastruktur irigasi masih menjadi prioritas untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Tahun 2025 kita mendapatkan tiga titik JIAT, dua berada di Desa Lamaeto dan satu di Desa Balirejo, Kecamatan Angkona. Untuk tahun 2026 kami kembali mengusulkan enam titik baru agar semakin banyak lahan pertanian yang memperoleh akses air,” kata Irwan.
Enam titik yang diusulkan tersebut masing-masing dua titik di Kecamatan Wotu, dua titik di Kecamatan Wasuponda, dan dua titik di Kecamatan Towuti dengan total nilai usulan mencapai Rp10 miliar.
Menurut Irwan, keberadaan sumur bor menjadi solusi penting bagi petani, terutama menghadapi musim kemarau dan lahan pertanian yang belum terjangkau jaringan irigasi permukaan.
Ia berharap pemerintah pusat dapat segera menindaklanjuti usulan tersebut sehingga proses pembangunan dapat direalisasikan pada tahun anggaran mendatang.
Selain menyampaikan usulan baru, Irwan juga mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pompengan Jeneberang yang telah menghadirkan Program SIPURI (Sistem Informasi Program Usulan Irigasi).
Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah dapat mengusulkan pembangunan infrastruktur sumber daya air secara terintegrasi mulai dari tahap pengajuan, verifikasi hingga pelaksanaan di lapangan.
“Program ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Dr Heriantono Waluyadi, menjelaskan bahwa tiga titik JIAT di Luwu Timur merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Ia mengatakan seluruh pekerjaan telah rampung pada tahun 2025, namun keberlanjutan fungsi jaringan irigasi tetap membutuhkan perhatian, khususnya terkait penyediaan sumber energi penggerak pompa.
“Setiap lokasi memiliki karakteristik berbeda. Ada yang menggunakan tenaga surya, ada yang memanfaatkan listrik PLN, dan ada pula yang mengombinasikan keduanya sesuai kondisi di lapangan,” jelas Heriantono.
Turut mendampingi Bupati Luwu Timur dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas PUPR Luwu Timur Yusran serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Subhang. (*)





Tinggalkan Balasan