Lebaran Lebih Awal, Warga Jember Jaga Tradisi Turun-Temurun
JEMBER, TEKAPE.co – Ribuan warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026).
Pelaksanaan ini berlangsung lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah yang masih menunggu hasil sidang isbat.
Salat Id digelar di sejumlah lokasi, antara lain Masjid Salafiyah Syafi’iyah serta kawasan Pondok Pesantren Mahfilud Duror yang berada di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, wilayah perbatasan Jember dan Bondowoso.
BACA JUGA: Jelang Akhir Ramadhan, MAKI Jatim Gelar Santunan di Bangsalsari
Masyarakat setempat diketahui mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan sejak 18 Februari 2026.
Dengan perhitungan tersebut, mereka menyempurnakan puasa selama 30 hari dan menetapkan Idulfitri lebih awal.
Penentuan awal Ramadan dan Idulfitri di wilayah tersebut dilakukan menggunakan metode hisab yang merujuk pada kitab Nuzhatul Majalis wa Muntahabul Nafa’is karya Syekh Abdurrahman As-Shafuri Asy-Syafi’i.
BACA JUGA: Idulfitri 1447 H Belum Pasti Serentak, Ini Perbedaan Penentuannya
Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan masih terus dijalankan hingga kini.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, KH Hafidz Malik, menyebutkan bahwa pelaksanaan Idulfitri lebih awal telah menjadi kebiasaan masyarakat setempat setiap tahun.
“Semoga semua amal ibadah yang telah dilaksanakan mendapat ridha Allah SWT,” ujarnya.
Pelaksanaan salat Id berlangsung tertib dan aman dengan pengamanan dari aparat kepolisian, TNI, serta unsur keamanan internal pesantren bersama masyarakat sekitar.
Perbedaan penetapan awal Ramadan dan Idulfitri di wilayah ini telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan warga Desa Suger Kidul.
Meski berbeda, masyarakat tetap menjaga keharmonisan serta menjunjung tinggi nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
(Dodik)





Tinggalkan Balasan