oleh

Korban Selamat dari Serangan KKB di Puncak Jaya Papua, Nelson: Saya Lari dan Masuk Jurang

MAKASSAR, TEKAPE.co – Nelson Sarira (21) satu-satuya pekerja dari PT Paparing Timur Telematika yang berhasil selamat dari serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Nelson telah dievakuasi tim gabungan TNI-Polri dari lokasi pembangunan Tower B3 Kampung Jenggeran, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Papua.

“Semua sudah habis. Iya, semuanya. Tujuh orang, semuanya pulang, saya yang lari, yang lain masuk ke jurang,” kata Nelson menjelaskan dengan panik di helikopter evakuasi.

BACA JUGA:
Terbesar di Sulsel, PLN Segera Operasikan PLTS Hybrid Selayar

Saat itu, Nelson langsung diterbangkan ke Timika untuk mendapat pertolongan pertama karena ia terlihat syok.

Pada peristiwa penyerangan itu, Nelson menceritakan bahwa sekitar 10 rang dari KKB membawa senjata tajam dan senjata api masuk ke dalam kamp dan melakukan penyerangan.

Dalam peristiwa penyerangan itu ada delapan orang tewas, satu diantaranya merupakan anak kepala suku yang mendampingi pekerja.

BACA JUGA:
Sejumlah Lahan di Makassar Bersertifikat Ganda, Diduga Dimainkan Jaringan Mafia Tanah Jo Tang

Setelah Nelson mengirimkan kode dengan melambaikan tangan ke kamera CCTV, tim Satgas Operasi Damai Cartenz kemudian melakukan evakuasi.

Seluruh korban dievakuasi dari lokasi kejadian. Nelson langsung melakukan komunikasi dengan keluarganya. Dia mengaku ingin segerah pulang ke kampung halaman jika kondisinya telah pulih.

Sementara, Kepala Operasi Damai Cartensz 2022, Kombes Pol Muhamad Firman mengatakan, dari keterangan Nelson, pelaku berjumlah 10 orang dengan membawa senjata tajam dan senjata api.

“Jumlah pelaku diperkirakan 10 orang dengan membawa senjata tajam dan senjata api,” tutur Kombes Firman berdasarkan keterangan Nelson.

Sementara itu, ketika pembantaian terjadi, Nelson yang melihatnya langsung kabur kejadian tersebut, lalu bersembunyi mengamankan diri.

“Korban (Nelson) setelah situasi tidak ada terdengar teriakan dari para pelaku, korban kembali ke camp dan melihat teman-temannya sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Peristiwa pembantaian yang terjadi pada Rabu 2 Maret 2022 terhadap para pekerja tower proyek Palapa Ring Timur, menewaskan tujuh pekerja tower dan seorang warga lokal sebagai pemandu. (*)

Komentar