oleh

Komitmen Keberlanjutan, PT Vale Telah Gunakan 98 Persen Energi Terbarukan

MAKASSAR, TEKAPE.CO – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menggagas Simposium Keberlanjutan dengan tema ‘Energi Terbarukan untuk Masa Depan,’ di Hotel Four Point Makassar, Jumat 10 Januari 2020.

Ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan Simposium Keberlanjutan, PT Vale bekerja sama dengan Pewarta Ekonomi Makassar (PENA) menggelar ajang berskala nasional tersebut untuk merangkul sebanyak mungkin stakeholder dan menanamkan kesadaran terkait pentingnya isu keberlanjutan.

Simposium Keberlanjutan menghadirkan panelis yang merupakan pakar di bidang energi baru terbarukan (EBT), yaitu Kasubdit Penyiapan Program Aneka Energi Baru dan Terbarukan, Kementerian ESDM Tony
Susandy, ST, MBA dan Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas Abdul Malik Sadat Idris, ST, MEng.

Simposium juga menghadirkan Deputi CEO PT Vale Febriany Eddy dan Director Engineering, Maintenance & Utilities PT Vale Abu Ashar.

Melengkapi panelis, turut hadir Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo dan Direktur Galeri Foto Jurnalistik ANTARA Oscar Motuloh.

Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, ST, dalam sambutannya, ia menyebutkan tentang besarnya potensi EBT di Sulawesi Selatan.

“Kita perlu bekerja sama, berkolaborasi, untuk mendorong transisi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Dengan demikian, kita bisa menjaga
alam dengan jauh lebih baik,” kata Andi Sudirman, di hadapan 200 peserta Simposium Keberlanjutan yang datang dari kalangan Pemerintah Pusat dan Provinsi, DPRD Sulsel, DPRD Kota Makassar, LSM, serta akademisi.

Dia juga berpesan agar investasi yang dilakukan dunia usaha jangan sampai menimbulkan isu lingkungan dan konflik sosial. Dengan kata lain, misi keberlanjutan perlu menjadi kerangka pikir utama dunia usaha.

Panelis memberikan paparan dalam empat topik, yakni posisi dan target Indonesia dalam energi terbarukan dan kemandirian energi, PLTA sebagai salah satu pilihan potensial energi terbarukan di Indonesia, peran sektor swasta dalam energi terbarukan, serta etika jurnalisme pertambangan.

“Porsi energi terbarukan di Indonesia hingga 2018 baru 8,55% dengan target di 2025 sebesar 23%, rencana Pemerintah ke depan hingga 2025 adalah meningkatkan porsi energi baru terbarukan, terutama berbasis hydro, mini hydro, dan panas Bumi karena potensinya melimpah dan sudah ada kontrak untuk mengembangkan EBT tersebut,” kata Tony Susandy.

Sementara itu, Director Engineering, Maintenance & Utilities PT Vale, Abu Ashar, mengungkapkan, PT Vale Indonesia, yang beroperasi di Sorowako, saat ini, telah menggunakan 98 persen energi terbarukan.

“Suplai energi yang kami gunakan, hanya menggunakan 2 persen dari BBM. Selebihnya, telah menggunakan energi terbarukan, dari PLTA yang kami miliki,” terangnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus berupaya mencari energi terbarukan, sebagai komitmen dalam menjaga keberlanjutan. (*)

Komentar

Berita Terkait