Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Kebakaran Lahan di Pabbaresseng Bua Dipadamkan, Api Sempat Merembet ke Kebun Warga

Petugas pemadam kebakaran bersama warga memadamkan kebakaran lahan di Dusun Kapopang, Desa Pabbaresseng, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Selasa (13/10/2026). Api sempat merembet ke kebun warga sebelum berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (foto: tekape.co)

LUWU, TEKAPE.co – Kebakaran lahan di Dusun Kapopang, Desa Pabbaresseng, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, berhasil dipadamkan pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Api yang muncul sekitar pukul 12.22 WITA itu sempat merembet ke kebun milik warga sebelum dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran bersama aparat pemerintah, kepolisian, dan masyarakat setempat.

Kepala Desa Pabbaresseng, Bugudeng, mengatakan lahan yang terbakar merupakan area yang telah dibebaskan untuk pembangunan bandara. Api sempat meluas hingga ke kebun warga di sekitar lokasi.

“Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.22 Wita. Lahan yang terbakar merupakan area yang telah dibebaskan untuk pembangunan bandara. Api sempat merembet ke kebun milik warga setempat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan,” ujar Bugudeng saat ditemui di lokasi kebakaran.

Ia mengatakan, penyebab kebakaran tersebut hingga kini belum diketahui.

“Penyebab kebakaran belum diketahui,” kata Bugudeng.

Pemadaman dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu dengan bantuan pemerintah, kepolisian, serta masyarakat sekitar. Api di lokasi kejadian kini telah berhasil dipadamkan.

Tidak ada rumah atau permukiman warga yang terbakar dalam peristiwa tersebut. Kebakaran juga tidak menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu, Camat Bua, Jakashadly, mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, termasuk untuk membuka lahan baru, terutama selama musim kemarau.

“Masyarakat kami imbau tidak melakukan aktivitas membakar lahan atau membuka lahan dengan cara membakar, terlebih pada musim kemarau. Kami juga mengingatkan warga untuk memastikan kompor sudah dimatikan sebelum meninggalkan rumah setelah memasak,” ujar Jakashadly.

Jakashadly juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Warga diingatkan untuk memastikan sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah maupun lokasi aktivitas.

Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah kebakaran serupa terjadi kembali, terutama di area lahan terbuka dan perkebunan yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini