Kasat Lantas Ingatkan Bahaya Kecepatan Berlebih di Jalur Menikung Bulukumba–Sinjai
BULUKUMBA, TEKAPE.co – Ruas jalan nasional yang dilalui pemudik di tiga kabupaten pesisir selatan Sulawesi Selatan terpantau dalam kondisi baik.
Jalur dari Bantaeng menuju Bulukumba hingga Sinjai relatif lancar dan tidak mengalami hambatan berarti dari sisi kualitas jalan.
Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan risiko kecelakaan.
BACA JUGA: Pertamina Tambah 472 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulselbar Jelang Ramadan
Sejumlah tikungan tajam serta keberadaan pohon di sisi jalan masih menjadi ancaman bagi pengguna kendaraan.
Di Bulukumba, pohon yang tumbang atau ranting yang patah saat hujan deras dan angin kencang kerap memicu insiden lalu lintas.
Saat ini, Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai tengah dilanda cuaca ekstrem.
BACA JUGA: Belasan Lapak Liar di Jalan Sarappo Dibongkar, Tutupi Drainase Puluhan Tahun
Situasi itu memperbesar potensi bahaya, terutama di jalur berkelok dan kawasan dengan visibilitas terbatas.
Kasat Lantas Polres Bulukumba, AKP Muh Nawir, menyebut faktor perilaku pengendara turut berkontribusi terhadap tingginya risiko kecelakaan.
“Kerawanannya pengendara kerap melampaui batas kecepatan di daerah jalan menikung dan mengantuk,” ujar Nawir, Selasa (17/2/2026).
Ia memaparkan sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan.
Di Bulukumba, lokasi tersebut antara lain Mariorennu, Jalanjang, serta poros Bulukumba–Tanete. Sementara di Bantaeng terdapat titik Pajjukukang.
Adapun di Sinjai, kawasan yang perlu diwaspadai meliputi turunan Batuboddong, Jatie di Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe, serta poros Sinjai Selatan–Timur–Utara.
Nawir mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri berkendara saat lelah.
Ia menyarankan pengendara memanfaatkan rest area atau tempat aman untuk beristirahat apabila mengantuk.
Sementara itu, seorang sopir travel rute Makassar–Sinjai, Assing, menyoroti minimnya rambu di sejumlah titik jalan.
Menurut dia, ada rambu yang rusak serta marka pembatas median yang mulai memudar.
“Ada beberapa titik jalan sudah rusak rambunya dan batas median jalan pudar. Malam hari sangat rawan karena minim penerangan,” kata Assing.
Ia berharap instansi terkait segera melakukan pembenahan infrastruktur keselamatan jalan guna mengurangi risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.
(Sakril)




Tinggalkan Balasan