Karemuddin Ingatkan Gen Z Luwu Utara, Jangan Hanya Kejar Ijazah tapi Pahami Politik
MASAMBA, TEKAPE.co – Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Kabupaten Luwu Utara menggelar pendidikan politik bagi generasi Z dan milenial di Warkop Verr Tea, Masamba, Jumat (9/10/2026).
Mengusung tema “Cerdas Bermedia dan Kritis Berpikir, Aktif Bermasyarakat”, kegiatan ini melibatkan puluhan pelajar sebagai peserta untuk memperluas wawasan politik, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD PAN Luwu Utara yang juga Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Karemuddin, Ketua BM PAN Luwu Utara Kadri Rahmat, Ketua Bappilu, jajaran pengurus BM PAN, serta Camat Masamba.
BACA JUGA: Appi Resmi Tinggalkan Golkar, Pakai Jas Demokrat, Bursa Ketua DPD Sulsel Makin Panas
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Utara, Abdul Hakim Bukara, menjadi salah satu pemateri. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kepedulian sosial dan semangat kebersamaan.
Menurut Abdul Hakim, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi tidak seharusnya membuat anak muda semakin individualistis.
Ia mencontohkan kehidupan masyarakat pada masa lalu yang lekat dengan semangat gotong royong. Anak-anak terbiasa membantu pekerjaan rumah setelah mengaji, sementara para guru mengajak murid membantu masyarakat memanen hasil pertanian ketika musim panen tiba.
BACA JUGA: PGR Sulsel Minta Parliamentary Threshold 0 Persen, Suara Pemilih Jangan Hilang
“Dahulu, kebersamaan dan solidaritas menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Setelah mengaji, misalnya, anak-anak masih harus mengambil kayu bakar atau menimba air. Bahkan, ketika musim panen tiba, para guru mengajak murid-murid membantu masyarakat memanen hasil pertanian sebagai bentuk kebersamaan. Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
“Kemajuan teknologi tidak boleh membuat kita semakin individualistis dan hanya memikirkan kepentingan pribadi. Sebab, membangun bangsa tidak bisa dilakukan dalam semalam, melainkan melalui perjuangan panjang, pengorbanan, dan semangat persatuan,” katanya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Abdul Hakim mencontohkan perjuangan Presiden pertama RI, Soekarno, yang mengalami pembuangan dan penjara demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Bung Karno telah berjuang, bahkan mengalami pembuangan dan penjara, demi kemerdekaan Indonesia. Tentu, beliau tidak ingin mewariskan bangsa yang kemudian hancur akibat ulah generasinya sendiri. Karena itu, generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi tanpa melupakan sejarah, menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta mempertahankan solidaritas dan tanggung jawab demi masa depan Indonesia,” ujarnya.
BM PAN Targetkan Pendidikan Politik Berkelanjutan
Sementara itu, Ketua BM PAN Luwu Utara, Kadri Rahmat, menjelaskan bahwa pendidikan politik tersebut menyasar pelajar sebagai bagian dari upaya memperkenalkan politik sejak dini.





Tinggalkan Balasan