Jejak Langkah di Smartwatch, Harapan Keluarga Farhan di Tengah Pencarian ATR
MAKASSAR, TEKAPE.co – Keluarga kopilot Farhan Gunawan, salah satu korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan perbatasan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, menggantungkan harapan pada sinyal yang terekam dari jam tangan pintar milik Farhan.
Perangkat tersebut, yang masih terhubung dengan ponsel Farhan, menunjukkan adanya catatan langkah kaki beberapa kali setelah pesawat dilaporkan jatuh pada Sabtu (17/1/2026).
Informasi itu disampaikan Pitri Keandedes Hasibuan, kakak dari Dian Mulyana Hasibuan, kekasih Farhan.
BACA JUGA: Pencarian Pesawat ATR di Bulusaraung Masuk Hari Ketiga, Basarnas Fokuskan Golden Time 72 Jam
Pitri mengatakan ponsel Farhan ditemukan tim SAR di hutan pada hari yang sama dan kemudian diserahkan kepada keluarga.
Dari ponsel itu, mereka memeriksa data yang tersinkron dengan smartwatch Farhan.
“Di aplikasi terlihat ada aktivitas langkah, mulai pagi hingga malam. Jumlahnya terus bertambah,” ujar Pitri dengan suara bergetar.
BACA JUGA: Gubernur Sulsel dan Menhub Evaluasi Operasi Pencarian Pesawat ATR 42-500
Ia menilai catatan tersebut sebagai tanda bahwa Farhan mungkin masih bertahan di lokasi kecelakaan.
Pitri meminta agar operasi pencarian diperkuat dengan tambahan personel dan dukungan helikopter untuk menjangkau area hutan yang sulit diakses.
“Kalau benar Farhan masih hidup, ini sudah hari ketiga. Kami mohon bantuan agar tim SAR ditambah dan pencarian dipercepat,” katanya.



Tinggalkan Balasan