oleh

Jajaki Kerjasama Dengan China, PT Vale Akan Bangun Smelter di Morowali

SOROWAKO, TEKAPE.co – PT Vale Indonesia Tbk kini tengah melakukan negoisasi dengan perusahaan tambang asal China.

Perusahaan asal China itu akan dijadikan partner dalam pengolahan tambang nikel baru di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Penjajakan kerjasama itu dilakukan secara serius, setelah PT Vale mengantongi izin ekplorasi tambang sejak akhir 2018 lalu, di Bahodopi.

Deputi CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy, kepada sejumlah wartawan, di Sorowako, Sabtu 30 Maret 2019, membeberkan, negoisasi dengan partner asal China itu dilakukan, mengingat untuk membangun smelter membutuhkan modal hingga puluhan triliun rupiah.

Hanya saja, ia masih enggan membeberkan nama perusahaan yang akan diajak menjadi partner di Bahodopi.

“Eksplorasi kita sudah jalan di Bahodopi. Untuk eksploitasi, termasuk membangun smelter, kita lagi negosiasi dengan partner asal China. Ditargetkan bisa selesai di kuartal kedua. Makin cepat makin baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini izin eksplorasi telah diberikan. Kini, PT Vale sisa mengurus izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), lalu izin eksploitasi.

Selain itu, Febri juga mengatakan, karakteristik bijih nikel di Bahodopi berbeda dengan yang ada di Sorowako. Bahodopi adalah veronikel, sedangkan di Sorowako lebih jepada nikel dalam matte.

Untuk diketahui, luas area konsesi awal PT Vale Indonesia sebesar 218.528 hektare yang terbagi 118.387 hektare di Sorowako (Sulawesi Selatan), 63.506 hektare di Pomalaa (Sulawesi Tenggara), dan 36.635 hektare di Bahodopi (Sulawesi Tengah). (*)

Komentar

Berita Terkait