Ini Kiat Bupati dan Wabup Morut Jaga Semangat dan Kesehatan di Tengah Pandemi

MORUT, TEKAPE.co – Bupati dan wakil Bupati Morowali Utara (Morut) DR. dr. Delis Julkarson Hehi MARS dan H. Djira, K. S.Pd, M.Pd, punya kiat tersendiri dalam menjaga stamina agar tetap fit dalam menjalankan tugas, di tengah pandemi covid-19 ini.

Apalagi, paket DIA ini tengah menggenjot pencapaian sejumlah program di 100 hari awal kepemimpinan mereka.

Bupati Morut DR. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, membeberkan kiat menjaga semangat dan stamina dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Kiatnya adalah jaga semangat dan nikmati apa yang kita kerjakan. Jangan jadikan beban,” bebernya.

Di beberapa pekan terakhir, Bupati Delis berhasil menyepakati sejumlah MoU kerjasama di tingkat Pusat dengan Pemda kabupaten Morut. Langkah ini untuk menuntaskan visi misi, maka sumber-sumber pendanaan untuk daerah haruslah memadai.

Di awal masa kepemimpinannya, Bupati Delis membuktikan kemampuan lobi-lobi ke pusat dapat dilakukan.

Selain itu, Bupati menghapuskan pungutan uang komite. Sehingga siswa SD dan SMP tidak lagi membayar uang komite, karena semua biaya operasional sekolah ditanggung oleh Pemkab. Bahkan semua mahasiswa Morut akan mendapatkan beasiswa di tahun ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira, K, S.Pd. M.Pd, mengaku, salah satu kiat yang dilakukan Wabup Morut ini dalam menjaga stamina dan semangatnya, dengan setumpuk program dan jadwal kerja yang begitu padat menunggu, dengan memelihara rasa sayang terhadap daerah.

“Pelihara total rasa sayang terhadap Wita Mori dalam diri, stamina dan semangat pasti terjaga,” ungkapnya, sambil tersenyum.

Memang sejak masih berdinas dan menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali Utara, Wabup Djira ini selalu menampakkan kecintaannya terhadap daerah.

Dalam kepemimpinan Delis-Djira, Wabup Djira yang dianggap paham betul soal tata kelolah birokrasi dan yang terjadi di Morut selama ini, bisa menjadi agen motivator yang memberi perubahan total dalam tatanan birokrasi menjadi lebih baik. (*)

Komentar