oleh

Imbangi Dampak Corona, Indonesia Subsidi 50 Persen Tiket Penerbangan Untuk Destinasi Wisata

LUWU,TEKAPE.co – Dampak virus Corona yang telah merebak di sejumlah negara membuat penerbangan dari dan ke Indonesia mengalami penurunan, terutama pada sektor bisnis perhubungan dan pariwisata.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat memantau area pengembangan bandara I Laga Ligo Bua, Kabupaten Luwu, mengatakan dampak virus Corona terhadap bisnis, pemerintah memberikan subsidi 50 persen kepada 10 destinasi wisata.

“Oleh karenanya kita sudah memutuskan memberikan subsidi 50 persen kepada 10 destinasi wisata supaya daerah-daerah seperti Bali, Jogjakarta, Sulawesi Utara, Bintan, Tanjung Pinang dan lainnya yang tadinya turis-turis dari China diganti dengan turis lokal,” terangnya, Jumat 28 Februari 2020.

Selain itu, kata Budi Karya, juga memberi insentif pada travel-travel yang dari manca negara agar turis-turis dari Eropa datang ke indonesia.

“Kita juga memberi insentif pada travel-travel yang dari manca negara agar turis-turis dari Eropa sebagaimana sesuai hasil diskusi kami bahwa masih banyak yang datang ke Indonesia, makanya kita mempertahankan sebagai satu negara yang beum terinfeksi Corona, dengan dasar itu kita diminati oleh turis untuk datang ke Indonesia,” ucap Budi Karya.

Menurut Budi Karya, isu Corona yang mewabah membuat semua pihak prihatin karena tidak saja di China bahkan berita WHO hari ini intensif terjadi di 3 negara yakni Iran, Korea dan Italia.

“Nah bapak Presiden telah melakukan langkah terhadap isu virus Corona ini jangan sampai membuat suatu masalah, apa yang diperintahkan bapak presiden agar bagaimana kita melakukan evakuasi dengan baik, kalau kemarin yang pertama kali kita evakuasi di Natuna maka yang ke dua ke Pulau Sebaru, sudah diputuskan juga yang dari Jepang kapal Diamond Princess akan kita evakuasi pada 1 Maret mendatang itu juga akan kita masukan ke Sebaru. Kita persiapkan dengan baik sekuat tenaga kerjasama semua kementerian termasuk TNI Insha Allah akan berjalan dengan baik,” jelas Budi Karya. (ham)

Komentar

Berita Terkait