oleh

Hidup Sebatang Kara, Tuna Wicara di Luwu Harap Perhatian Pemerintah

LUWU, TEKAPE.co – Seorang tuna wicara di Dusun Pollo Tondo Desa Olang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulsel, Becce (54), hidup sebatang kara dan terpaksa bertahan dengan menjadi buruh bibit rumput laut.

Penghasilannya dari menjadi buruh bibit rumput laut, digunakannya untuk kebutuhan makan dan sehari-hari.

Namun, di usianya yang senja dan hidup sebatang kara, ditambah kondisi kesehatan yang sakit-sakitan, membuat kekhawatiran akan hidupnya di masa tua.

Setiap pagi, Becce mulai mempersiapkan tali pembibitan rumput laut yang akan diolah. Dia berjalan menuju lokasi pembibitan rumput laut.

Meski upah yang didapatkan hanya Rp5 ribu per satu tali, dengan panjang 25 meter, namun baginya penghasilan tersebut sangat berharga untuk membeli beras.

“Saya hidup sendiri. Hasil dari buruh bibit digunakan beli beras. Kadang beli Rp10 ribu dan Rp20 ribu. Saya tak sekuat dulu bekerja karena sudah sakit-sakitan. Pemerintah bantu saya sumbangan tali dan perahu untuk disewakan supaya ada tabungan,” harap Ecce, dalam bahasa isyarat.

Ibu dua anak ini kini hidup sebatang kara, setelah ditinggal menikah oleh suami.

Sementara kedua anaknya, juga hidup terpisah untuk membangun rumah tangga dengan pasangan masing-masing.

Ecce, nama akrabnya, dikenal oleh warga sebagai sosok pekerja keras. Meski usianya yang senja dan sakit-sakitan, namun semangat sebagai buruh bibit rumput laut tak pernah surut.

Baginya, menjadi buruh rumput merupakan pekerjaan yang mulia ketimbang harus berharap balas kasihan dengan meminta-minta di jalan.

Meski pekerjaannya ini sudah dijalani selama puluhan tahun, namun tak membawa perubahan prekonomian, melainkan hanya mencukupi biaya makan sehari-hari.

Kondisi ini terjadi lantaran tidak adanya perhatian dari pemerintah, baik bantuan atau pembinaan. Kini, dia bergarap dapat memiliki tali pembibitan sendiri, sebagai bekal di hari tuanya.

Warga setempat ikut ibah melihat kondisi Ecce. Warga berharap agar para dermawan dan pemerintah membantu tali pembibitan dan memberikan bantuan perahu sebagi wadah usaha mendiri atau disewakan ke warga, demi mengubah perekonomian di masa tuanya.

Sementara warga setempat, M Bahruddin, ikut prihatian dengan kondisi Ecce, yang mulai sakit-sakitan, tanpa ada keluarga yang merawat.

“Kasian memang hidupnya. Mana lagi sendiri di rumah dan sakit-sakitan. Kalau bisa pemerintah kasi bantuan tali dan perahu supaya bisa buat usaha mandiri. Minimal disewakan biar ada tabungan untuk masa tuanya,” harapnya. (*)

Komentar

Berita Terkait