Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Gubernur Sulsel Dijadwalkan Hadiri Puncak HJL ke-758 di Istana Kedatuan Luwu

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman direncanakan menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 yang dirangkaikan dengan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo.

Ketua Panitia HJL/HPRL 2026, Maddika Ponrang Andi Saddawero A. Kira mengatakan, kepastian itu diperoleh setelah panitia bersama Bupati Luwu, Patahudding, bersilaturahmi ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (14/1/2026).

BACA JUGA: Dorong Ekonomi Rakyat, UMKM Makassar Terima Booth Portabel dari Perbankan

“Gubernur menyampaikan kesiapan untuk hadir pada peringatan HJL dan HPRL tahun ini. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi panitia dalam menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan,” kata Andi Saddawero, Jumat (16/1/2026).

Ia menambahkan, kehadiran Gubernur Sulsel dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap nilai sejarah dan kebudayaan Tana Luwu.

Panitia berharap pelaksanaan acara dapat berlangsung dengan tertib, aman, serta mengedepankan suasana kebersamaan.

BACA JUGA: Petani di Dua Kecamatan Gowa Terima Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian

Panitia juga menargetkan peringatan tahun ini sebagai agenda budaya berskala nasional.

Sebanyak 55 pasangan raja dan sultan dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan menghadiri acara tersebut, termasuk perwakilan dari sejumlah kerajaan dan kesultanan di Sulawesi Selatan.

Menurut Andi Saddawero, kehadiran para tamu kehormatan itu menjadi kesempatan bagi masyarakat Wija To Luwu untuk memperkenalkan sejarah, adat istiadat dan warisan budaya Kedatuan Luwu kepada khalayak yang lebih luas.

Rangkaian kegiatan HJL ke-758 akan diawali pada Senin (19/1/2026) dengan prosesi adat Mallekke Wae.

Prosesi ini diawali dengan pengambilan air suci di Lapenai, Kecamatan Bua.

Air tersebut kemudian dibawa ke Surapo Kemaddikaan Bua, dilanjutkan ke Kantor Wali Kota Palopo, sebelum dikirab menuju LangkanaE, Istana Kedatuan Luwu, sebagai bagian dari tahapan awal peringatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini