Dualisme Kepemimpinan, Guru SMKN 1 Palopo Kirim Surat Terbuka Buat Gubernur Sulsel
PALOPO, TEKAPE.co – Pelantikan kepala sekolah yang dilakukan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, saat Gubernur Prof Nurdin Abdullah sedang menjalankan ibadah umrah, telah dibatalkan oleh Gubernur.
Pembatalan pelantikan itu dirasakan SMA di Kota Palopo. Pasca pembatalan pelantikan kepala sekolah yang baru, membuat terjadi dualisme kepemimpinan.
Hal itu dirasakan SMKN 1 Palopo, yang dipimpin dua orang kepala sekolah, Drs H Amirdan dan Ridwan Rajab SAg MM.
Mersepon hal itu, Guru SMKN 1 Palopo, Muh Idrus, membuat Surat Terbuka untuk Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.
Surat terbuka tersebut berisi permintaan kepastian hukum tentang siapa yang menjadi kepala sekolah di SMKN 1 Palopo.
Sebab saat ini, SMKN 1 Palopo untuk sementara dipimpin oleh dua kepala sekolah, Drs H Amirdan dan Ridwan Rajab SAg MM.
Tata, sapaan akrab Muh Idrus, berpendapat adanya dualisme kepemimpinan dalam organisasi, akan berefek pada kebatinan anggota, pun pola pelayanan akan terganggu.
“Ibarat pepatah gajah berkelahi, terinjak rumput di tanah. Dalam hal ini guru yang kena dampak, unit kedua terkecil setelah siswa, bagaimana mereka akan mengambil sikap, bagaimana mereka akan memberikan pelayanan,” tandasnya, Rabu 15 Mei 2019.
Dalam Surat Terbukanya, Tata juga menyampaikan adanya dua kepala sekolah merupakan dampak dari kekisruan mutasi yang dilakukan oleh Pemprov Sulsel.
Tata juga berharap, permasalahan ini tidak berlarut-larut agar bekerja tanpa bayang-bayang ‘Matahari Kembar’.
“Dua kepala sekolah ini semua adalah senior kami dan semua berpengalaman. Tapi kami ingin bekerja tanpa adanya bayang-bayang ‘Matahari Kembar.’ Kami berharap kepastian hukum yang yang selanjutnya sah menjadi kepala sekolah,” tegasnya.
Semua orang tentu tidak menginginkan hal ini berlarut-larut sampai selesai lebaran. Pihaknya membutuhkan kepastian hukum, hitam diatas putih, baik itu sifatnya pemberitahuan, edaran ataupun surat keputusan itu sendiri. (Bolang)
Tinggalkan Balasan