oleh

Dinsos: Luwu Dapat 23.681 KK Penerima BLT Kemensos

LUWU, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Luwu telah mengidentifikasi penerima bantuan langsung tunai (BLT) yang berasal dari kementerian sosial (Kemensos).

Berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial, di Luwu jumlahnya mencapai 40 ribu kepala keluarga (KK) dengan total 203 ribu jiwa dalam KK tersebut.

Khusus untuk penerima BLT Kemensos untuk bantuan dalam rangka pandemi corona, di kabupaten Luwu mencapai 23.681 KK, yang tersebar di 227 desa dan kelurahan.

“Kami menggunakan data yang ada di Kemensos, melalui data terpadu kesejahteraan sosial. Data inilah yang jadi acuan. Untuk penerima bantuan jumlahnya mencapai 40 ribu KK,” ujar sekretaris Dinas Sosial, Gasmin Garim, Selasa 28 April 2020, di DPRD Luwu.

Ia menjelaskan, jika dari jumlah mencapai 40 ribu, akan diakomodir dalam beberapa jenis bantuan dari kementerian sosial, yakni bantuan pangan non tunai (BPNT), serta ada bantuan yang akan diserahkan karena adanya pandemik covid19, yakni BLT.

“Khusus untuk BPNT jumlahnya mencapai 21.750 KK, dan ada penambahan 3.000 ribu KK. Selain itu nantinya ada bantuan dari program keluarga harapan (PKH) dan sembako yang merupakan bantuan dari pemerintah provinsi,” jelasnya.

Ia menguraikan jika, untuk penerima bantuan langsung tunai BLT dari kementerian sosial jumlahnya yakni 600 ribu perbulan.

Penerima akan mendapatkan bantuan selama 3 bulan, sehingga setiap kepala keluarga akan mendapatkan Rp1.800.000.

“Khusus untuk penerima BLT di kabupaten Luwu mencapai 23.681 KK, yang tersebar di 227 desa dan kelurahan. Intinya bantuan BLT ini diserahkan karena adanya dampak dari pandemik covid19,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali berharap agar penerima bantuan BLT Kemensos bisa tepat sasaran. Sebab pihaknya menerima banyak informasi terkait akurasi data penerima BLT.

“Intinya diharapkan warga bisa segera mendapat bantuan, hanya saja harapan kita akurasi data bisa segera diperbaiki. Sebab banyak informasi misalnya, ada yang sudah meninggal tetapi namanya masih muncul,” jelasnya. (ham)

Komentar

Berita Terkait